ADVERTISEMENT

Zulhas Minta Pabrik Pengolahan Beli Sawit Petani Minimal Rp 1.600/Kg

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 09 Jul 2022 21:25 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meninjau sejumlah titik penjualan minyak goreng curah rakyat (MGCR) yang berada di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu,(25/6/2022), pagi. Zulhas sapaan karibnya juga meninjau stock point minyak goreng curah rakyat di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Foto: Dok Kemendag: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas)
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta pabrik pengolahan sawit membeli dari petani minimal Rp 1.600 per kilogram. Tujuannya menjaga stabilitas harga sawit di tingkat petani.

"Jadi kita bersama-sama telah mendengar keluhan petani sawit di Lampung karena harga tandan buah segar milik mereka harga jualnya rendah" ujar Zulkifli Hasan di Lampung Tengah, dikutip dari Antara, Sabtu (9/7/2022).

"Kita minta pabrik pengolahan agar membeli paling murah Rp 1.600 per kilogram, tadi memang telah dilihat masih ada pabrik yang membeli Rp1.300 per kilogram," sambung pria yang akrab disapa Zulhas ini.

Di sisi lain, menurut Zulhas, banyak juga pabrik yang tidak menerima pasokan dari petani sawit secara langsung sehingga harga jual tingkat petani rendah.

"Kadang pabrik tidak membeli secara langsung ke petani, namun lewat penampung disana biasa sawit petani dibeli dengan harga Rp800 per kilogram. Seharusnya petani bisa dibeli dengan harga Rp1.600-Rp2.000 per kilogram ini baru layak," kata Zulhas.

Imbauan pembelian sawit petani dengan harga layak dipicu keluhan rendahnya harga sawit ditingkat petani.

"Harga sawit saat ini rata-rata di bawah Rp 1.000 per kilogram atau sekitar Rp 700 per kilogram, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras saja kami harus menjual 30 kilogram sawit dahulu," beber Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Lampung, Abdul Simanjuntak.

Abdul menambahkan harga sawit di tingkat petani dapat mencapai Rp 2.000 per kilogram, sebab tingginya biaya perawatan seperti mahalnya harga pupuk yang mencapai Rp17.000 per kilogram.

"Pupuk itu sudah Rp 17.000 per kilogram jadi kami harus menjual 1 kuintal sawit baru bisa membeli pupuk, karena harga hanya Rp700 per kilogram. Kami tidak bisa sekolahkan anak lagi, dan harapannya kepada pemerintah lihatlah penderitaan petani sebab kami percaya pemerintah bisa membantu petani yang ada di Lampung," tutur Abdul.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT