ADVERTISEMENT

Avtur Mahal Be Like: Maskapai Girang, Penumpang Mumet

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 10:20 WIB
Bandara Kualanamu hingga Soekarno-Hatta ramai oleh penumpang pesawat yang hendak melakukan perjalan di puncak arus balik lebaran. Seperti apa potretnya?
Avtur Mahal Be Like: Maskapai Girang, Penumpang Mumet/Foto: Antara Foto
Jakarta -

Melonjaknya harga minyak dunia membuat harga BBM juga melambung, termasuk bensin untuk pesawat yaitu avtur. Saat avtur mahal seperti sekarang ini, siapa yang diuntungkan?

Jawabannya adalah maskapai penerbangan. Siapa yang dirugikan? Tentu saja para penumpang.

Banyak maskapai penerbangan di Amerika Serikat (AS) mencetak rekor omzet dalam beberapa bulan terakhir. Selain didorong harga tiket yang tinggi, jumlah penumpang juga membludak setelah pandemi corona mulai melandai.

Belum lagi banyak penumpang yang sudah bayar tiket penuh tiba-tiba dadakan membatalkan penerbangan akibat sakit atau alasan lainnya. Menang banyak deh para maskapai ini!

Pada kuartal II-2022, American Airlines (AAL), United (UAL), Delta (DAL), dan Southwest (LUV) yang menguasai 80% total penerbangan di AS mencatat untung US$ 2,8 miliar (Rp 42 triliun) jika digabungkan.

Omzetnya juga naik 10% jika dibandingkan kuartal II sebelum pandemi, yaitu menjadi US$ 46 miliar (Rp 690 triliun) berkat tingginya jumlah penumpang.

Musim panas ini saja semua kursi sudah habis dipesan. Ada beberapa kursi yang tersedia akibat pembatalan, tapi harganya langsung melonjak tinggi.

Meski untung besar, para maskapai ini belum bisa mengembalikan standar pelayanan seperti sebelum pandemi. Banyak maskapai yang beroperasi dengan jumlah karyawan yang minim akibat banyak PHK saat pandemi.

Alhasil penumpang pun tidak bisa dilayani secara maksimal meski harus membayar tiket lebih mahal. Bahkan di AS ada beberapa tiket dalam negeri yang harganya malah jauh lebih mahal ketimbang rute internasional gara-gara tingginya permintaan.

"Saat ini penumpang belum bisa mendapatkan kenyamanan terbang seperti dulu, dan mau tidak mau harus terima saja," kata Analis Similarweb Jim Corridore dikutip CNN, Jumat (5/2/2022).

Sial banget ya jadi penumpang pesawat sekarang? Oh masih ada lagi, para penumpang ini juga harus siap dengan pembatalan penerbangan dan ribetnya urusan refund setelahnya.

Tahun ini saja ada 134.000 penerbangan di AS yang dibatalkan menurut data Flight Aware. Jumlahnya melonjak dua kali lipat dari tahun sebelumnya.



Simak Video "Harga Avtur Naik, Maskapai Diizinkan Naikkan Tarif Tiket Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT