ADVERTISEMENT

Ekonomi RI Tumbuh 5,4%, Sri Mulyani: Berkat Banyak Subsidi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 17:30 WIB
foto profil
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kondisi ekonomi berada di posisi yang sangat sip. Buktinya, pertumbuhan ekonomi pun terus meningkat, di kuartal II tahun ini pertumbuhan ekonomi secara tahunan tercatat 5,44%.

Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan ekonomi sebesar itu terjadi karena indikator pertumbuhan ekonomi di Indonesia semuanya menunjukkan tren positif. Mulai dari angka inflasi yang terjaga, konsumsi masyarakat meningkat, industri mulai bergeliat, hingga perdagangan ekspor yang terus bertambah.

"Hari ini Indonesia kita relatif in the good position... Export, consumption yang supporting, ditambah dengan sisi supply yang responsif kita bisa dapatkan growth 5,4% dengan inflasi relatif stabil," papar Sri Mulyani dalam peluncuran buku 'Keeping Indonesia Safe from COVID-19 Pandemic' besutan Kemenkeu, Jumat (5/8/2022).

"Kan baru diumumkan pak Margo (Kepala BPS), konsumsi itu melonjak tinggi, ekspor jelas eksternal demand sedang tinggi," lanjutnya.

Masalah inflasi yang terjaga, menurut Sri Mulyani hal tersebut terjadi karena banyaknya subsidi yang dilakukan pemerintah untuk kebutuhan pokok. Misalnya saja, kebutuhan energi lewat subsidi BBM, gas LPG 3 kg, hingga subsidi listrik.

"Inflasi kita ini tertahan karena kita berikan subsidi banyak ke masyarakat," ungkap Sri Mulyani.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga bicara soal turunnya jumlah belanja pemerintah beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal itu bukan karena defisit mulai mengecil, namun pemerintah sudah mulai berhati-hati dalam membelanjakan anggaran. Ekspansi fiskal tidak boleh sembrono.

"Government spending justru kontraksi di dua kuartal. Bukan karnena defisit kecil, tapi ability to spend itu terbatas. Kalau mau nambah belanja kan kita harus hati-hati supaya tak gunakan instrumen fiskal ini secara ekspansif dan sembrono," kata Sri Mulyani.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT