ADVERTISEMENT

Bocoran dari IMF & PBB Soal Kondisi Suram Ekonomi Dunia

Ilyas Fadilah - detikFinance
Minggu, 07 Agu 2022 07:31 WIB
Dampak ekonomi wabah virus corona bisa lebih buruk daripada yang diperkirakan
Foto: Ap Photo
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut jika saat ini kondisi ekonomi global menghadapi situasi yang sulit. Terkait hal ini, Jokowi bahkan memaparkan data tentang suramnya ekonomi dunia.

Adapun data tersebut bersumber dari IMF dan Bank Dunia, yang memprediksi akan ada 66 negara yang terancam ambruk ekonominya.

"Kita bicara dunia dulu semua negara sekarang ini berada dalam keadaan yang tidak mudah. Tadi sekjen PBB menyampaikan IMF, Bank Dunia menyampaikan bahwa akan ada 66 negara yang akan ambruk ekonominya," ujar Jokowi dalam acara Silatnas dan Ultah ke-19 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat, dikutip Sabtu, (6/8/2022).

"Sekarang sudah mulai satu per satu angkanya adalah 9 lebih dulu, kemudian 25, kemudian 42. Mereka detil mengkalkulasi," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi turut menyinggung soal ancaman kelaparan yang melanda dunia. Menurutnya ada 320 juta orang di seluruh dunia yang berada dalam kondisi kelaparan akut.

"Apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut. Dan sebagian sudah kelaparan. Ini saya sampaikan apa adanya," tegasnya.

Menurut Jokowi data itu diperkuat dengan kondisi ekonomi mayoritas negara di dunia mengalami perlambatan. Bahkan ada kondisinya yang jauh lebih parah karena mengalami kontraksi.

"Posisi pertumbuhan ekonomi bukan hanya turun tapi anjlok semuanya, Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya. Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik harga-harga barang semua naik ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan," tegasnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT