ADVERTISEMENT

Satu Lagi Mal Korban Pandemi: Plaza Semanggi Kini Sunyi Sepi Sendiri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2022 14:51 WIB
Plaza Semanggi sepi/Achmad Dwi Afriyadi-detikcom
Foto: Plaza Semanggi sepi/Achmad Dwi Afriyadi-detikcom
Jakarta -

Plaza Semanggi di Jakarta Selatan pernah menjadi pusat perbelanjaan paling populer di Jakarta. Mal ini, sempat menjadi tempat andalan nongkrong anak muda ibu kota.

Lokasi Plaza Semanggi sangat strategis. Terletak berdekatan dengan dua jalan utama di Jakarta yakni Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sudirman membuatnya mudah di akses.

Hal itu ditambah dengan lokasinya yang berdekatan dengan salah satu kampus ternama yakni Univesitas Atma Jaya. Sehingga, mal ini dikunjungi banyak mahasiswa.

Namun itu dulu. Kini, kondisi Plaza Semanggi jauh berbeda.

Berdasarkan pantauan detikcom, Jumat (12/8/2022), Plaza Semanggi kini sangat sepi. Tak banyak orang yang wira-wiri di pusat perbelanjaan tersebut.

Plaza Semanggi juga sudah banyak ditinggalkan pedagang. Hal itu terlihat dari banyaknya toko yang tutup.

Di lantai GF atau pusat fashion misalnya, kondisinya kini sunyi. Banyak toko tertutup rapat dan hanya hitungan jari yang buka.

Hal serupa juga tampak di lantai UG dan lantai 1. Banyak toko sudah tak menunjukkan aktivitas.

Kondisi di lantai 2 atau pusat elektronik juga tak kalah mirisnya. Di situ, kebanyakan toko sudah tutup, hanya beberapa yang masih bertahan. Bahkan, terlihat beberapa pemilik berupaya melepas tokonya dengan memasang pengumuman untuk disewa, dikontrakan atau dijual.

Adanya aktivitas tampak di lantai 3A yang merupakan pusat kuliner. Itu pun juga banyak. Dari sekian banyak kursi, hanya 1-2 pengunjung yang mampir ke tempat makan. Sesekali, terlihat 'abang-abang' ojek online yang menjemput makanan.

Salah seorang penjaga toko sebut saja Rina menjelaskan, Plaza Semanggi mulanya mal yang ramai. Namun bertahap mulai sepi. Kondisi itu diperparah dengan adanya pandemi COVID-19.

"Kalau dulu sih kondisinya memang ramai banget kalau di sini. Namanya di tengah kota, kalau sekarang sih mulai sepi. Dari pas COVID, sebelum COVID memang sudah sepi, pas COVID tambah lagi lebih sapi," ujarnya.

Hal senada diungkap penjaga toko lain Eka. Ia menuturkan, mal ini memang tidak terlalu ramai. Biasanya, pengujung cukup banyak saat jam pulang kantor.

Namun, dia menuturkan, kondisinya menjadi parah ketika pandemi di mana banyak toko kemudian tutup.

"Cuma pas pandemi lebih parah lagi banyak yang tutup masalahnya. Terus kan kantor pada WFH," ujarnya.



Simak Video "Taman Martha Christina Tiahahu yang Dulu Kumuh, Kini Jadi Taman Literasi"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT