ADVERTISEMENT

Suntikan Modal Garuda Rp 7,5 T dan BUMN Lain Belum Bisa Cair, Kok Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2022 20:05 WIB
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Bank BTN mengalokasikan dana senilai Rp 12,5 triliun.
Foto: Syanti/detikcom
Jakarta -

Jelang akhir triwulan III-2022, belum ada penyertaan modal negara (PMN) yang cair ke BUMN. Termasuk ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, hingga PT KAI (Persero).

Tenaga Pengkaji Restrukturisasi Privatisasi dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Dodok Dwi Handoko mengatakan sampai saat ini PMN belum cair karena masih dalam penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (RPP). Termasuk untuk PMN Garuda Rp 7,5 triliun.

"Garuda hingga hari ini sedang dalam proses refinance kajiannya, Rp 7,5 triliun hingga hari ini belum dicairkan," kata Dodok dalam Bincang Bareng DJKN secara virtual Jumat (12/8/2022).

Dodok belum bisa memastikan kapan PMN Garuda Rp 7,5 triliun akan cair. "Nanti kita lihat progres percepatan analisis dari penggunaan maupun proses legalnya karena setiap PMN even untuk yang Tbk pun harus melalui proses penerbitan PP dulu baru bisa kita cairkan," jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan PMN buat Garuda Indonesia sudah dibahas dan akan segera diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum pencairannya.

"Tadi sudah dibahas, kemudian akan segera dikejar. PMN itu kan perlu PP, PP-nya akan kita kejar untuk kita selesaikan segera, dalam waktu dekat ini. Kalau PP kan perlu waktu, tapi paling tidak di bulan-bulan ini," kata Susi di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2022).

Kembali ke Dodok, selain PMN Garuda, BTN juga ditargetkan untuk mendapatkan PMN tahun ini, namun saat ini pencairan dan besarannya masih dalam evaluasi pemerintah.

"Sebagai BUMN Tbk (terbuka), tentu kita ikuti prosesnya baik dari sisi size-nya mau rights issue berapa, kemudian kalau size sudah ditentukan, apabila negara mau subscribe besaran PMN porsi pemerintah berapa, itu juga harus dihitung," bebernya.

"(PMN) KAI untuk KCIC masalah apakah itu nanti akan dialokasikan, sepertinya sudah ada keputusan dari pemerintah, dari perpres-perpres yang ada dapat memberikan dukungan kepada konsorsium BUMN melalui kereta api. Kapan ini sedang kita bahas, kalau sudah ada progres dari keputusan pemerintah terkait KCIC akan kita sampaikan berikutnya," tambahnya menjelaskan nasib PMN KAI.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT