Arab Saudi Izinkan Pemegang Semua Jenis Visa Bisa Umroh, RI Masuk Daftar

ADVERTISEMENT

Arab Saudi Izinkan Pemegang Semua Jenis Visa Bisa Umroh, RI Masuk Daftar

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 13 Agu 2022 19:00 WIB
Muslim pilgrims pray at the Grand Mosque during the minor pilgrimage, known as Umrah, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, March 6, 2022. Saudi Arabia announced that It was decided to end the precautionary and preventive measures related to combating the Covid-19 pandemic, the state news agency reported. (AP Photo/Amr Nabil)
Arab Saudi Izinkan Pemegang Semua Jenis Visa Bisa Umroh, RI Masuk Daftar/Foto: AP/Amr Nabil
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengizinkan semua jenis visa untuk bisa melakukan ibadah umroh. Termasuk untuk visa turis juga diizinkan untuk melakukan umroh.

Kementerian Agama Indonesia, menjelaskan saat ini semua jenis visa bisa melakukan umroh di Arab Saudi, artinya orang yang datang ke Arab Saudi dengan menggunakan visa selain umroh, juga dapat beribadah umroh.

"Visa ziarah juga boleh melakukan umroh tentu sampai sana mengisi aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna. Begitu juga dengan kunjungan Saudi Tourism boleh melakukan umroh, tentu ada paket-paket di sini pengisian Tawakkalna dan Eatmarna harus diisi," jelas Direktur Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Nur Arifin kepada detikcom, Sabtu (13/8/2022).

Dengan kata lain, orang yang bepergian secara mandiri tentu bisa juga melakukan umroh. Arifin mengatakan Indonesia juga sudah masuk daftar yang dibebaskan visanya untuk umroh.

"Kemarin (1 Agustus) kami sudah kunjungan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, bahwa Indonesia sudah diperbolehkan tapi Indonesia punya regulasi sendiri," tambahnya.

Aturan Jemaah Umroh RI

Arifin menjelaskan prosesnya kali ini berubah jadi tidak lagi harus melalui provider visa di Indonesia. Jadi, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) kini bisa langsung bekerja sama dengan provider visa di Arab Saudi yang sudah diakui Kementerian Haji dan Umrah.

Berdasarkan Undang-undang No 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umroh pasal 114, disebutkan bahwa perjalanan haji dan umroh di Indonesia harus diselenggarakan oleh PPIU Indonesia atau travel umroh. Jadi tetap jemaah haji dan umroh dari Indonesia harus melalui PPIU tidak bisa pergi mandiri.

Arifin menjelaskan regulasi itu masih berlaku karena dilakukan untuk melindungi jemaah Indonesia. Termasuk untuk membimbing dari penginapan, transportasi, hingga bimbingan ibadahnya.

"Misalnya contoh kasus bepergian sendiri tidak ada paket-paketnya nanti di sana kebingungan hotelnya, perjalanan transportasinya, pembimbingan ibadahnya. Supaya masyarakat yang belum paham perjalanan belum paham bimbingan ibadahnya maka di indonesia difasilitasi travel umroh," ungkapnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT