ADVERTISEMENT

Jokowi Sebut Harga Beras AS-Jepang di Atas Rp 50.000/Kg, Begini Faktanya

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 18 Agu 2022 15:36 WIB
Rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras terus menjadi polemik. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ngotot impor sementara Dirut Perum Bulog Budi Waseso menolak.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim harga beras di Indonesia masih jadi yang paling murah dibandingkan negara lain dari mulai Amerika Serikat (AS) hingga China, dengan rata-rata di Rp 10.000-an per kilogram (kg).

"Kita ini harus bersyukur, utamanya harga pangan, utamanya lagi harga beras masih bisa dikendalikan dengan baik. Harga beras di angka rata-rata masih Rp 10.000-an (per kg). Lebih dikit," sebut Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2022, Kamis (18/8/2022).

Lebih lanjut, ia membandingkan angka tersebut dengan beberapa negara lainnya. Seperti posisi termahal yaitu Jepang dengan harga Rp 66.150 per kg, kemudian di Korea Selatan harganya Rp 54.500 per kg, lalu di Amerika Serikat (AS) Rp 53.900 per kg, setelah itu China Rp 26.900 per kg.

Lantas, benarkah klaim Jokowi tersebut?

Dilansir melalui situs Numbeo pada Kamis (18/08/2022), harga beras Indonesia berada pada posisi kuartal bawah, yakni ke-96 dari 105 negara yang diurutkan berdasarkan harga beras paling tinggi. Harga rata-rata beras Indonesia di situs tersebut berada pada Rp 12.789 per kg.

Sementara bila dibandingkan dengan negara yang disebutkan Jokowi, harga tertinggi dipegang oleh AS yakni di kisaran Rp 60.195 per kg. Kemudian tepat di posisi kedua ada Jepang yang harga berasnya di Rp 55.928 per kg, disusul Korea Selatan di harga Rp 51.510 per kg. Sementara untuk China sendiri masuk di urutan ke-88 dengan harga rata-rata di Rp 14.990 per kg.

Dengan kata lain, benar bahwa harga beras Indonesia termasuk ke dalam golongan yang paling murah di antara negara-negara di dunia itu.

Sebagai tambahan informasi, dalam momen tersebut Jokowi juga memaparkan Indonesia baru saja mendapat penghargaan berharga dari International Rice Research Institute (IRRI) sebagai salah satu negara yang berhasil swasembada beras.

Menurut Jokowi, Indonesia tidak boleh puas diri dengan bisa melakukan swasembada. Ambisinya, Indonesia juga bisa melakukan ekspor beras ke berbagai negara.

Apalagi di tengah ancaman krisis pangan seperti sekarang, menurutnya Indonesia harus bisa berkontribusi mengatasi kelangkaan pangan di berbagai negara dengan melakukan ekspor beras.

"Ini yang harus kita pertahankan dan ditingkatkan sehingga tidak hanya swasembada beras saja, namun nanti bisa ekspor beras dan ikut atasi kelangkaan pangan di berbagai negara," kata Jokowi.



Simak Video "Tinjau Balai Padi di Subang, Jokowi Yakin Swasembada Beras Tercapai"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT