ADVERTISEMENT

China Dihantam Gelombang Panas Ekstrem, Ekonomi Bisa Makin Loyo

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2022 08:45 WIB
Bendera China
China Dihantam Gelombang Panas Ekstrem, Ekonomi Bisa Makin Loyo/Foto: Shutterstock
Jakarta -

China dihantam gelombang panas yang dapat berdampak pada ekonominya. Hal ini diungkapkan Dan Wang, ekonom Hang Seng Bank China yang menyebut gelombang panas sebagai situasi yang mengerikan.

Wang memprediksi gelombang panas dapat berlangsung dua hingga tiga bulan ke depan. Saat ini China menghadapi gelombang panas paling ekstrem dan sedang berjuang melawan pemadaman listrik di daerah Sungai Yangtze. Suhu yang terlampau panas telah mengganggu pertumbuhan tanaman dan mengancam hewan ternak.

"Gelombang panas akan mempengaruhi industri-industri besar yang padat energi dan akan berdampak pada seluruh ekonomi dan bahkan ke rantai pasokan global," kata Wang dikutip dari CNBC, Jumat (19/8/2022).

Wang menyebut ada perlambatan produksi baja, kimia, dan pupuk akibat gelombang panas. Padahal, komoditas tersebut sangat penting untuk kebutuhan konstruksi, pertanian, hingga manufaktur.

Menurut laporan media pemerintah, sebagian besar wilayah lembah Sungai Yangtze mengalami suhu yang sangat tinggi sejak Juli. Berdasarkan data dari Kementerian Sumber Daya Air, curah hujan di daerah tersebut turun 45% dibandingkan rata-rata selama beberapa tahun terakhir.

Gelombang panas dan pemadaman listrik terbaru mengingatkan pada pemadaman besar-besaran yang terjadi tahun lalu. Kondisi ini berdampak ke pusat manufaktur utama China seperti Guangdong, Zhejiang, dan Jiangsu.

"Tahun lalu, seperti yang kami perkirakan, pasokan listrik yang terhambat mengganggu pertumbuhan PDB China sekitar 0,6%. Tahun ini kami pikir angka ini akan jauh lebih tinggi... Saya akan mengatakan 1,5% poin lebih rendah." lanjutnya.

Menurut prediksi Wang, jika situasi ini berlanjut maka tingkat pertumbuhan China bisa di bawah 3%.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT