Kumpulkan Maskapai, Menhub Ungkap Cara Turunkan Harga Tiket Pesawat 15%

ADVERTISEMENT

Kumpulkan Maskapai, Menhub Ungkap Cara Turunkan Harga Tiket Pesawat 15%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2022 18:40 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi hadiri rapat bersama Komisi V DPR. Dalam rapat itu Kemenhub mengusulkan anggaran untuk tahun 2020 hingga Rp 41,75 T.
Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI mengatakan akan mengumpulkan maskapai untuk membicarakan penurunan harga tiket pesawat. Hal itu pun dilakukan Budi Karya hari ini dalam acara yang digelar BNI

Dalam acara tersebut BNI memperkenalkan program tiket murah dengan bundling kartu kredit. Menurut Budi Karya acara itu telah mengumpulkan para maskapai dan memberikan solusi untuk penurunan harga tiket.

"Jadi gini, ini adalah bagian kita mengumpulkan maskapai kan. Ini kan Garuda dan Lion ada semuanya. Karena Garuda kan bawahi Citilink juga," ungkap Budi Karya ditemui di BNI Tower, Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2022).

Budi Karya menjelaskan BNI akan memberikan harga tiket pesawat lebih murah di waktu-waktu penerbangan sepi. Hal ini menurutnya dapat menekan harga tiket pesawat. Promo yang diberikan BNI ini berlaku untuk Garuda Indonesia dan Batik Air.

"Saya apresiasi BNI secara informal belum ada keputusan tapi ini sudah terjadi. Dan ini kan real harga-harga itu jadi lebih murah. Jadi istilahnya ada prime time dan non prime time. Setidaknya non prime time bisa lebih murah dengan berbagai kemudahan dan kemurahan," papar Budi Karya.

Harga Tiket Pesawat Bisa Turun 15%

Menurut Budi Karya harga tiket bisa turun 15% di hari-hari penerbangan sepi dengan adanya promo yang diberikan oleh BNI. "Menurut saya kira-kira 15% (harga tiket pesawat turun)," kata Budi Karya.

Lalu kapan sebenarnya waktu penerbangan sepi? Menurut Budi Karya ada empat hari dalam seminggu yang trafik penerbangannya sepi. Mulai hari Senin hingga Kamis, waktu terbangnya adalah siang hari.

"Biasanya hari Senin sampai Kamis, biasanya siang hari," sebut Budi Karya.

Menurutnya dengan terbang di waktu trafik sepi, maskapai yang menurunkan harga bisa tetap mendapatkan keuntungan. Karena harga yang murah dapat menarik masyarakat untuk terbang. Hal ini lah yang bisa menetralisasi harga tiket mahal.

Di satu sisi, penumpang mendapatkan harga tiket murah, maskapai pun tak terbebani pendapatannya dengan harga tiket yang murah.

"Jadi dikasih harga yang kompetitif sama BNI. Secara tak langsung tadinya kosong terus ada penumpang, sehingga maskapai uangnya bertambah karena salesnya bertambah. Ini bisa mengurangi atau netralisir tarif di hari weekend," kata Budi Karya.

Budi Karya bilang harga tiket promosi pun sudah banyak diterapkan berbagai maskapai. Bukan yang cuma bekerja sama dengan BNI saja.

"Kan dari airlines dari Garuda dan Lion itu sudah ada banyak promosinya," sebut Budi Karya.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT