Kronologi Lengkap Kasus Antam vs Crazy Rich Surabaya

ADVERTISEMENT

Kronologi Lengkap Kasus Antam vs Crazy Rich Surabaya

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 29 Agu 2022 12:37 WIB
Infografis gugatan Budi Said Vs Antam
Foto: Infografis detikcom/Denny Putra
Jakarta -

Belakangan ramai lagi kasus PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dengan Crazy Rich Surabaya, Budi Said. Kasus berkaitan dengan pembelian emas yang dilakukan Budi Said pada 2018 silam hingga menjadi perkara hingga saat ini.

Kasus itu ramai kembali setelah Budi Said dinyatakan memenangkan kasasi berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). Dalam putusan yang tercantum dalam perkara kasus nomor register 1666 k/pdt/2022 disebutkan Antam harus membayar emas batangan seberat 1.136 kilogram atau 1,1 ton ke Budi Said. Antam juga harus membayar uang senilai Rp 92.092.000.000.

Menanggapi putusan tersebut, Antam mengatakan tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi putusan tersebut. Hal ini disampaikan Corporate Secretary Division Head Antam, Syarif Faisal melalui surat yang ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia beberapa hari lalu.

"Perusahaan menegaskan tetap berada pada posisi yang kuat dalam perkara ini dan telah melaksanakan hak dan kewajiban atas seluruh transaksi dengan itikad baik," katanya dikutip dari keterbukaan Bursa Efek Indonesia, dikutip lagi Senin (29/8/2022).

Melihat panjangnya masalah Antam dengan Budi Said, bagaimana awal mula kasus ini bergulir hingga sampai saat ini?

Bermula dari 2018

Dalam catatan detikcom kasus ini bermula pada 2018 silam, di mana Budi Said membeli 7,071 ton emas Antam. Dengan biaya yang dikeluarkan Budi sebanyak Rp 3,9 triliun.

Transaksi itu dilakukan didampingi oleh Marlina pemilik Toko Emas di Surabaya. Kemudian keduanya juga bertemu di Antam Surabaya dengan Endang Kumoro, Misdianto, dan Eksi Anggraini. Dalam pertemuan itu Budi ditawari emas dengan harga diskon.

Namun, Budi Said hanya menerima sebanyak 5.935 kg sedangkan selisihnya adalah 1.136 kg setara 1,1 ton emas tidak pernah diterima. Budi Said curiga merasa ditipu. Selanjutnya dia mengirim surat ke Antam Cabang Surabaya, namun tidak pernah dibalas.

Akhirnya dia berkirim surat ke Antam Pusat Jakarta dan dinyatakan bahwa Antam tidak pernah menjual emas dengan harga diskon. Akibat perbuatan terdakwa, Budi Said mengalami kerugian kurang lebih dalam bentuk emas dengan berat 1.136 kg, atau jika dinilai dengan uang sekitar Rp 573.650.000.000.

Kasus ini pun berlanjut ke 2021. Baca selengkapnya di halaman berikutnya.



Simak Video "Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT