Bahan Pokok di Papua Mahal, APPSI Minta Pemerintah Kebut Proyek Trans Papua

ADVERTISEMENT

Bahan Pokok di Papua Mahal, APPSI Minta Pemerintah Kebut Proyek Trans Papua

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 11 Sep 2022 13:19 WIB
Catatan Untuk Pembangunan Jalan Trans Papua
Foto: Ketum APPSI Sudaryono/Dok APPSI
Jakarta -

Harga kebutuhan pokok di Indonesia Timur khususnya di Papua dan Papua Barat belum merata. Pedagang pasar meminta pemerintah segera mengebut penyelesaian jalan Trans Papua yang bisa memangkas biaya logistik.

Keterbatasan akses menuju beberapa wilayah di Papua menjadi salah satu persoalan biaya logistik mahal. Hal itu berujung pada tingginya harga kebutuhan pokok.

"Hal ini membuat harga barang menjadi cenderung lebih mahal. Jika jalur darat trans Papua terbuka dengan baik, maka masyarakat dapat meminimalisir biaya logistik yang dikeluarkan, dan keadilan sosial di tanah Papua bisa terwujud," Kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sudaryono saat melantik pengurus APPSI Provinsi Papua di Jayapura, dalam keterangannya Minggu (11/9/2022).

Salah satu solusinya, ujar Sudaryono, adalah akses jalan Trans Papua. Sudaryono mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan Jalur Trans-Papua yang direncanakan membentang sepanjang 3.462 kilometer dari utara hingga selatan Tanah Papua itu.

"Megaproyek Jalan Trans Papua merupakan solusi yang layak untuk memudahkan pendistribusian aktivitas ekonomi sebagai akses konektivitas. Karena jalan tersebut dapat menghubungkan dua provinsi, sekaligus kota, distrik, dan daerah yang terisolasi di Papua," imbuhnya.

Sudaryono menuturkan, aktivitas ekonomi masyarakat Papua sempat menggeliat setelah kehadiran jalan Trans-Papua rute Jayapura-Wamena Kabupaten Jayawijaya yang tersambung pada 2018 lalu. Namun Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena sepanjang 575 kilometer yang telah tersambung seluruhnya itu belum sempurna.

"Karena sepanjang 230 km trek masih berupa tanah dan kerikil, itu yang menyebabkan distribusi logistik kendaerah pengunungan Papua kerap menggunakan pesawat untuk mempercepat distribusi meski dengan biaya yang lebih mahal," Imbuhnya.

"Oleh karena itu, dengan adanya penyempurnaan jalan tersebut akan mempermudah akses menuju delapan kabupaten dan daerah-daerah terisolasi yang ada di Pegunungan Papua, dengan waktu yang tidak terlalu lama dan biaya yang jauh lebih murah," Tambahnya.

Dalam momentum pelantikan DPW APPSI Provinsi Papua ini, Sudaryono menuntut pemerintah untuk mewujudkan pemerataan sosial dan terjangkaunya harga-harga di daerah di wilayah Indonesia khususnya di daerah Papua yang tinggal di kawasan pegunungan.

"Maka saran APPSI untuk pemerintah adalah pembangunan jalan Trans Papua Jayapura-Wamena itu untuk segera dipercapat, disukseskan, dan dijadikan segera mungkin. Karena ketika jalan tersebut jadi, maka diperkirakan akan bisa menurunkan harga kebutuhan bahan pokok di masyarakat pegunungan Papua sampai 60%-70%," pungkas Sudaryono.



Simak Video "Jelang Nataru, Mendag Zulhas Janjikan Stok Pangan Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT