ADVERTISEMENT

3 Tips Naik Jabatan, Apakah Harus 'Menjilat' Atasan?

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 13:32 WIB
Low angle view of businesswoman with face mask working on desktop PC in the office.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic
Jakarta -

Sebagai pekerja, tentunya kita ingin mendapatkan posisi yang lebih baik dari sebelumnya, contohnya seperti naik jabatan. Adanya kenaikan jabatan dalam suatu pekerjaan menandakan bahwa kita bertumbuh dan berkembang sehingga mendapatkan kemajuan dalam karir yang sedang kita jalani.

Namun, adanya promosi naik jabatan tidak datang dengan sendirinya. Untuk mendapatkannya kita harus membuktikan kepada atasan kita bahwa kita pantas untuk naik jabatan.

Chairman Asosiasi Praktisi dan Profesional SDM Future HR, Audi Lumbantoruan menyebutkan bahwa salah satu hal penting untuk bisa naik jabatan adalah mendapatkan kepercayaan dari atasan kita.

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan kita dengan atasan seharusnya jangan hanya menjadi hubungan transaksional antara atasan dan bawahan saja tetapi juga harus menjadi hubungan yang kuat yang dapat membangun kerja sama yang kuat. Dengan adanya hubungan yang kuat, terciptalah kepercayaan.

"Kepercayaan ini yang nantinya akan menimbulkan rekomendasi dari atasan ke anak buah/karyawan. Bahwa akhirnya karyawan dipercaya bukan hanya mengerjakan pekerjaan yang hanya sekarang dilakukan, termasuk pekerjaan-pekerjaan yang nanti sudah waktunya karyawan tersebut dipromosikan atau naik jabatan," ucap Audi saat dihubungi detikcom pada Kamis (22/9/2022) kemarin.

Ketika ditanya apakah untuk naik jabatan karyawan tidak perlu "menjilat" atau menyanjung atasan untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih baik, Audi menjawab bahwa di dunia ini masih ada orang-orang yang suka "menjilat" atau menyanjung atasan mereka. Menurut Audi, orang tipe seperti itu hanya memuaskan atasannya sementara.

"Kadang-kadang ada saja orang-orang seperti itu yang pada intinya ia ingin bahwa dinilai mampu mengerjakan pekerjaannya supaya keinginannya tercapai. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah," tutur Audi.

"Di dalam lingkungan kerja saat ini, banyak sekali faktor yang membuat pekerjaan kita tidak akan nyaman. Selain atasan yang menunjukkan sikap tidak baik, ada juga rekan kerja, ada juga pola pekerjaan yang tidak sesuai, macam-macam lah. Lingkungan kerja tidak ada yang sempurna," lanjutnya.

Audi membagikan tips untuk meningkatkan karir dengan kondisi ketidaksempurnaan tempat kerja tersebut, yaitu:

1. Proaktif

Sebelum ditanyakan masalah pekerjaan dengan atasan kita, sebaiknya kita sudah memberika update atau solusi tentang pekerjaan kita. Itu akan sangat membantu atasan kita atau membantu kita mendapat level kepercayaan yang lebih baik.

2. Dapat dipercaya

Untuk dapat dipercaya dengan atasan, kita harus mampu menunjukkan bahwa kita dapat mengerjakan pekerjaan sekecil apapun, sebesar apapun selesai dengan baik. Selain itu, kita juga bisa menunjukkan sikap yang baik ke atasan.

3. Dapat menyesuaikan diri

Maksudnya, karyawan yang dapat menyesaikan diri dengan pola kerja atau budaya kerja di tempatnya bekerja. Menyesuaikan diri dengan tantangan dan tuntutan pekerjaannya. Bukan dengan meminta orang lain untuk menyesuaikan dengan cara dia bekerja.

Selain ketiga hal tersebut, Audi juga mengungkapkan bahwa menjadi karyawan yang memberikan solusi, karyawan yang mau mendengarkan, karyawan yang bisa bekerja sama dengan baik, dengan tim atau atasan, juga dapat meningkatkan karir kita.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT