Dolar AS Ngamuk Tembus Rp 15.200, Ini 2 BUMN yang Bakal Babak Belur

ADVERTISEMENT

Dolar AS Ngamuk Tembus Rp 15.200, Ini 2 BUMN yang Bakal Babak Belur

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 15:09 WIB
Ilustrasi Dolar AS, Kurs
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah dalam beberapa waktu belakangan ini. Terbaru, dolar AS bahkan sudah menembus Rp 15.200.

Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury menjelaskan, ada dua BUMN yang berpotensi kena dampak dengan adanya pelemahan rupiah yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Hal itu ia sampaikannya saat merespons pertanyaan media soal lindung nilai (hedging) utang dalam bentuk dolar.

"Terkait mengenai hedging, memang dua BUMN yang memiliki posisi yang selama kalau terjadi depresiasi itu menyebabkan adanya potensi effect losses itu adalah untuk Pertamina dan juga untuk PLN sebagai dua BUMN yang memang memiliki posisi kewajiban dalam US dolar memang cukup tinggi," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Terkait lindung nilai, pihaknya terus memastikan bahwa posisi kewajibannya selalu berada pada level yang sudah digariskan yakni 25% dari kewajiban dalam bentuk dolar AS.

"Kewajiban untuk 25% itu terus kita jaga baik untuk Pertamina dan untuk PLN. Bahkan untuk beberapa kasus kita berharap ini kalau dalam kondisi memang ada potensi terjadi depresiasi kita harapkan untuk bisa ditingkatkan di atas 25%," ujarnya.

Menurut Pahala terkait kinerja, khususnya PLN diakuinya dalam performa yang baik. Ia menyebut, kinerja PLN bahkan melampaui rencana awal.

"PLN khususnya memang kalau kita lihat tetap memiliki posisi yang sangat baik dibandingkan rencana awal sampai pertengahan tahun bahkan memiliki pembukuan laba jauh di atas apa yang kita anggarkan untuk 1 tahun penuh," sambungnya.

Sementara, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan, rupiah termasuk yang terbaik jika dibandingkan mata uang lain yang melemah terhadap dolar AS. Kemudian, jika dibandingkan mata uang lain seperti yen dan euro, posisi rupiah menguat.

Hal itu memunculkan pemikiran untuk mencari pendanaan dengan mata uang lain. "Jadi pemikiran buat kita apakah memang kita juga mulai mencari sumber pendanaan dari currency lain," katanya.



Simak Video "Dolar AS Menggila, Sentuh Level Rp 15.550!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT