ADVERTISEMENT

Sederet Imbas yang Muncul dari Pemangkasan Biaya Sewa Aplikasi Ojol

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 10:05 WIB
ojol
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Beberapa waktu lalu pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap tarif ojol. Selain tarif, pemerintah juga menurunkan biaya sewa penggunaan aplikasi.

Ternyata tak hanya tarif ojol, biaya sewa aplikasi juga menjadi perbincangan. Sebab ternyata biaya sewa aplikasi menjadi salah satu komponen tarif ojol. Komponen ini kerap menjadi topik yang muncul ketika terjadi pembahasan mengenai tarif ojol.

Pemerintah menetapkan biaya sewa penggunaan aplikasi ditetapkan paling tinggi 15% dari sebelumnya 20%.

Walaupun kerap mengundang pro dan kontra, penyesuaian pada biaya sewa aplikasi tersebut diyakini beragam pengamat memiliki potensi dampak yang cukup luas. Karenanya diperlukan kehati-hatian di dalam menyusun tingkat penyesuaiannya.

Ekonom Universitas Airlangga, Rumayya Batubara mengatakan, pemotongan biaya sewa aplikasi ojol, bukan hanya berdampak pada perusahaan aplikator, tetapi juga mitra driver dan ekosistem ojol secara keseluruhan. Pasalnya, sebagian komponen dari biaya sewa aplikasi, juga dikembalikan ke mitra driver dalam bentuk insentif di luar tarif ojol.

"Seharusnya aplikator diberikan kebebasan untuk menentukan berapa biaya sewa aplikasinya. Sebelum membuat keputusan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan dengan baik, apakah penetapan biaya sewa aplikasi itu akan berdampak pada kesehatan keuangan aplikator," kata Rumayya, Selasa (27/9/2022).

Tak hanya aplikator, lanjutnya, dalam jangka panjang pemotongan biaya sewa aplikasi juga akan berdampak pada berkurangnya insentif mitra driver.

"Insentif untuk mitra driver berkurang, kemudian program marketing untuk konsumen nggak ada, nantinya merugikan ekosistem. Pendapatan mitra driver bukan cuma dari tarif, tapi juga dari komponen-komponen seperti insentif. Biaya pemasaran digunakan untuk meningkatkan demand. Nah, semua itu kan butuh biaya untuk pengelolaan aplikasinya," jelas Rumayya.

Karena itu, saat biaya sewa aplikasi dipangkas aplikator harus mengambil jalan lain untuk menutup biaya pengelolaan aplikasi. Selain itu, aplikator juga berpotensi menaikkan tarif ojol di luar tarif yang telah ditetapkan Kemenhub.

"Sebenarnya pemerintah bisa memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk para mitra driver ojol tanpa harus memotong biaya sewa aplikasi. Jadi aplikator tidak dirugikan, sementara mitra driver juga tetap memperoleh kesejahteraan," ujarnya, yang juga merupakan Peneliti di Research Institute of Socio-Economic Development (RISED).

Penyesuaian biaya sewa aplikasi, sambung Rumayya, ke depannya juga akan berimbas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu dikarenakan banyak pelaku UMKM yang menjual dagangannya dengan aplikasi ojol.

"Biasanya konsumen membeli karena ada banyak inisiatif pemasaran. Nah, kalau biaya pemasaran tersebut berkurang akibat pemangkasan biaya untuk pengelolaan aplikasi tentu dampaknya juga akan mereka rasakan," bebernya.

Kenaikan tarif ojol berlaku sejak 11 September 2022 lalu. Tarif ojol yang baru tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.



Simak Video "Besok Tarif Ojol Naik, Ini Daftar Tarif Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT