ADVERTISEMENT

Pengumuman! BLT Gaji atau BSU Tahap 4 Rp 600.000 Cair Senin Depan

Anisa Indraini, Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 01 Okt 2022 08:30 WIB
Infografis syarat & cara cek BLT subsidi gaji Rp 600 ribu
Ilustrasi BLT Gaji atau BSU Rp 600.000/ Foto: Infografis detikcom/Zaki Alfarabi
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT gaji Rp 600 ribu sudah memasuki tahap ketiga. BLT Gaji atau BSU tahap 4 akan berlangsung minggu depan.

"Insya Allah minggu depan BSU mungkin akan dimulai tahap 4," kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam media briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2022).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi menjelaskan BLT Gaji atau BSU Rp 600 ributahap 4 akan mulai cari Senin depan, 3 Oktober 2022

"Mudah-mudahan, Insyaallah di awal minggu depan, Senin, dari hasil pemadanan tersebut (BSU) tahap empat cair," ujar Anwar di Gedung Kemnaker, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022).

Menurut Anwar, data penerima BSU sudah diterima Kemnaker pada Kamis. Data tersebut dipadankan, dan dipastikan bahwa penerima BSU bukan penerima bantuan PKH, Kartu Prakerja, PNS, dan TNI/Polri.

Dari hasil pemadanan itu, terdapat 1,2 juta orang yang dinyatakan clean. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya yang sebanyak 1,5 juta orang.

"Jumlah tersebut kan kemudian berkurang, kalau nggak salah dari 1,5 juta yang kita peroleh, itu 1,2 juta yang sudah clean dari pemadanan nggak ada persoalan. Dari angka tersebut kemudian kita kirim ke bank," terang Anwar.

Isa menambahkan sebanyak 7 juta pekerja dari 14,6 juta target penerima sudah menerima BLT gaji. Total anggaran yang sudah digelontorkan sebesar Rp 4,2 triliun atau sekitar 48,2% dari total anggaran Rp 8,8 triliun.

BLT gaji atau BSU Rp 600ribu disalurkan ke pekerja yang memiliki rekening bank BUMN atau Himbara. Bagi yang tidak memilikinya, akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) atau dibuatkan alternatif rekening Bank Himbara.

"Mereka yang tidak punya rekening itu ada yang diusahakan dibukakan rekening sebetulnya, namun ada juga yang memang akses ke bank-banknya juga tidak mudah buat mereka itu akhirnya kemudian kembali dibayarkan lewat PT Pos," tutur Isa.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT