Waduh! Ternyata Ini yang Bikin Harga Beras Naik

ADVERTISEMENT

Waduh! Ternyata Ini yang Bikin Harga Beras Naik

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 11:13 WIB
Rencana impor beras oleh mendapat penolakan oleh sejumlah pihak, termasuk dari Dirut Perum Bulog. Yuk kita lihat stok beras Bulog di gudang Cimahi, Jawa Barat.
Harga beras/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli hasan mengungkap biang keladi harga beras yang masih tinggi. Ia menduga saat ini banyak perusahaan-perusahaan besar membuat pabrik giling, dan berani membeli gabah dengan harga mahal.

"Sekarang perusahaan-perusahaan besar bikin pabrik giling. Jadi dia beli harga gabah mahal, diolah jadi premium," katanya saat sidak di Pasar Pasar Induk Beras Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (3/10/2022).

Hal yang sama diungkapkan juga oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo. Ia menjelaskan tiga penyebab harga beras dan gabah menjadi tinggi.

Pertama, harga pupuk sedang mengalami kenaikan. Kedua, ada pembatasan ke petani menggunakan pupuk subsidi. Ketiga, ada pelaku usaha yang mendorong harga supaya naik.

"Pertama harga pupuk memang naik. Kedua ada pembatasan ke Petani menggunakan pupuk subsidi. Kedua memang ada pelaku usaha yang mendorong harga supaya naik," ungkapnya.

Merespon pernyataan itu, Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sudin mengungkap pemerintah memang belum bisa memenuhi kebutuhan pupuk subsidi. Dari kebutuhan pupuk sebanyak 24 juta ton, hanya 9 juta saja yang bisa terpenuhi.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, produksi tahun ini sebenarnya cukup. Hanya saja ada gangguan di sektor distribusi.

Persoalan distribusi beras juga diungkapkan oleh Budi Waseso. Hal ini membuat harga beras masih tinggi meskipun Indonesia mengalami surplus beras. Di Pasar Induk Beras Cipinang, harga beras medium dibanderol Rp 8.900/kilogram.

"Permasalahan memang tentang masalah suplai. Di satu sisi secara data ada kenaikan harga. Ada juga data mengatakan ada surplus hasil produksi," imbuhnya.

Selain distribusi, hal lain yang mempengaruhi harga beras adalah kenaikan biaya produksi di sektor hulu. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo Adi.

"Hari Ini banda pangan undang seluruh kementerian, tidak bisa dihindari kenaikan harga, pupuk juga naik, biaya tanam, ada kendala distribusi, BBM naik," ujarnya.

Untuk mengatasi ini Zulhas menyebut akan mengoptimalkan operasi pasar di seluruh tanah air. Pemerintah pun akan memastikan stok beras aman dengan harga yang terjangkau.

"Agar operasi pasar ini bisa serempak di tanah air terutama di tempat-tempat yang harganya naik tinggi. Kita memastikan stoknya ada, harganya terjangkau," pungkasnya.



Simak Video "Pengacara JNE Soal Kuburan Beras Bansos: Sudah Kami Ganti"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT