Wow, Warga Desa Ini Mesti Keluar Ongkos Rp 150 Ribu buat Transfer Uang

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Wow, Warga Desa Ini Mesti Keluar Ongkos Rp 150 Ribu buat Transfer Uang

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 12:53 WIB
Warga Saumlaki
Foto: detikcom/Agung Pambudhy
Kepulauan Tanimbar -

Layanan keuangan menjadi hal yang sulit diakses masyarakat Desa Fursuy, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Hal ini lantaran wilayah yang secara geografis berada di ujung selatan Indonesia ini jauh dari kantor bank.

Kantor bank terdekat dari Fursuy adalah Teras BRI di Desa Adaut, Kecamatan Selaru. Untuk ke sana, warga Fursuy mesti menempuh jarak sekira 20-an kilometer dengan medan yang cukup terjal.

Warga asli Fursuy, Viktor Fordatkosu menuturkan tak semua warga memiliki kendaraan untuk pergi ke kantor bank. Mereka pun mesti menyewa ojek dengan harga yang mahal, mencapai ratusan ribu rupiah.

"Kalau mau ke Adaut itu jauh. Kalau sekarang jalanan itu sudah mendingan. Dulu 2018 ke bawah lebih parah lagi, bisa seharian kalau mau ke sana (Adaut)," ungkap Viktor saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

"Naik ojek itu ongkosnya bisa sampai 150 ribu (rupiah). Jadi kan berat kalau harus ke sana," imbuhnya.

Viktor menambahkan sebelum ada Teras BRI warga Fursuy mesti menyeberang laut ke Saumlaki menggunakan speedboat.

"Wah dulu itu lebih sulit lagi (ke kantor bank). Mesti ke Saumlaki nyebrang itu bisa 6 jam pakai motor laut kita ke sana," cerita Viktor.

Sebab jauhnya jarak ke kantor bank itulah, kata Viktor, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Fursuy membuka gerai Agen BRILink. Setelah adanya BRILink pada tahun 2020, warga lebih mudah untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.

Viktor yang merupakan Ketua BUMDes Fursuy mengatakan sebagian besar transaksi di Agen BRILink milik BUMDes Fursuy adalah transfer uang. Ia menyebut banyak warga yang mengirim uang untuk anak yang berkuliah di luar kota, atau untuk keperluan usaha.

"Sangat membantu (BRILink) ini untuk kirim uang, misalnya untuk kirim uang ke anak yang sekolah jauh misalnya di Jakarta. Karena kan nggak mungkin untuk kirim uang 200 ribu (rupiah) tapi biaya untuk pergi ke Adaut mesti bayar (ojek) 150 ribu (rupiah). Jadi kalau mau kirim 200 ribu (rupiah) mesti punya 350 ribu (rupiah)," paparnya.

Selain itu, lanjut Viktor, di Agen BRILink warga bisa melakukan transaksi kapan saja. Sampai tengah malam pun jika mendesak warga bisa dilayani untuk bertransaksi.

"Tengah malam pun dilayani. Karena kan tujuan utamanya itu membantu masyarakat," cetus Viktor.

Bahkan, lanjut Viktor, pelanggan BRILink BUMDES Fursuy tidak hanya warga setempat. Warga Desa Eliasa yang merupakan desa paling ujung di Kecamatan Selaru kerap datang untuk bertransaksi karena jarak kedua desa ini berdekatan.

"Karena kan desanya bersebelahan, jadi mereka lebih dekat ke sini daripada harus ke Adaut. Tengah malam pun ada warga Eliasa yang ke sini transaksi, biasanya kirim uang," sebut Viktor.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Geliat Brilink di Batas Negeri, Mudahkan Kehidupan Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT