Jangan Coba Rebut! 47 Motif Tenun Ikat Tanimbar Sudah Dipatenkan

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Jangan Coba Rebut! 47 Motif Tenun Ikat Tanimbar Sudah Dipatenkan

Erika Dyah - detikFinance
Minggu, 09 Okt 2022 13:45 WIB
Tenun Tanimbar
Foto: Agung Pambudy/detikcom
Kepulauan Tanimbar -

Kerajinan tenun ikat Tanimbar bisa ditemui di seluruh penjuru Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Sebagai warisan turun temurun, hak cipta dari produk ekonomi kreatif khas Tanimbar ini pun telah dilindungi oleh pemerintah daerah setempat melalui sertifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Transmigrasi Kepulauan Tanimbar, Ambrosius Sabono mengungkapkan ada berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk mendukung masyarakat dalam mengelola potensi yang ada, termasuk tenun ikat Tanimbar.

"Kita memiliki 47 motif yang menjadi harkat dan kekayaan kita di Kepulauan Tanimbar untuk bisa terkenal di daerah lain dan sampai mancanegara. Ada 47 motif yang sudah ditetapkan HAKI dari daerah kita," ungkap Sabono kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan pihaknya juga bersinergi dengan berbagai stakeholder untuk memaksimalkan berbagai potensi yang ada. Tak hanya itu, ada berbagai program pemberdayaan yang disiapkan untuk para pengrajin tenun di Tanimbar.

"Ada program pemberdayaan bagi pelaku UMKM lewat modal usaha serta pembinaan guna mendukung hasil dari pelaku UMKM. Pemerintah juga melakukan sinergi dengan pihak perbankan maupun BUMN lain yang tertarik dengan potensi dari masyarakat," ujarnya.

Tenun TanimbarTenun Tanimbar Foto: Agung Pambudy/detikcom

Lebih lanjut, Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Ini namanya ketinggalan?) mengungkap motif tenun ikat Tanimbar didaftarkan HAKI untuk melindungi ciri khas dari kekayaan ekonomi kreatif ini. Harapannya upaya ini dapat menghindari pihak tidak bertanggung jawab sembarang mengklaim keunikan motif tenun ini.

Adapun dua di antara 47 motif yang telah didaftarkan merupakan motif syal penyambutan Jokowi dalam kunjungannya ke Saumlaki pada 1-2 September 2022 lalu. Dua motif tersebut ialah Ulerati dan Wulan Lihir. Motif Ulerati bermakna kecintaan masyarakat Tanimbar terhadap lingkungan, seperti metamorfosa ulat sebagai bagian dari proses kehidupan (perubahan menuju ke arah yang lebih baik). Sedangkan Wulan Lihir (Bulan Sabit) melambangkan salah satu peristiwa alam di mana masyarakat biasanya mencari hasil laut serta berburu di darat.

Selain dua motif tersebut, 47 motif lain yang telah terdaftar HAKI-nya banyak merepresentasikan kekhasan setempat, seperti Lelemuku (Bunga Anggrek) atau bunga larat. Desain motif bermakna kecantikan, keagungan, dan keuletan ini menjadi salah satu desain yang secara umum diproduksi hampir di seluruh desa Kepulauan Tanimbar.

Lalu ada motif Matantur atau tulang ikan dengan ciri khas warna biru yang menggambarkan warna laut. Filosofis motif ini menggambarkan potensi sumber daya laut yang luas, indah, dan berlimpah hasilnya di wilayah Tanimbar sebagai bagian dari kepulauan.

Ada juga motif Fadur atau motif beraneka ragam yang umum digunakan pada kain tenun ikat Tanimbar. Motif ini terinspirasi dari keanekaragaman akan kebinekaan dan keberagaman budaya orang Tanimbar dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Tenun TanimbarTenun Tanimbar Foto: Agung Pambudy/detikcom

Selain melindungi 47 motif yang ada, pemda setempat juga tengah berupaya mendaftarkan sejumlah motif lain agar kekayaan wastra ini tetap terlindungi. Selain itu, pemda juga aktif memperkenalkan kekayaan tenun ikat Tanimbar di berbagai pameran baik skala nasional maupun internasional

"Di tahun 2000-an sampai tahun 2021 itu kami sudah terkenal sampai mancanegara, lewat pameran-pameran dan kegiatan kerja sama antara kabupaten kota dalam bentuk budaya. Juga beberapa tahun lalu Pemkab Kepulauan Tanimbar pernah ke luar negeri, yaitu Belanda, Jepang, dan daerah-daerah lain sambil memperkenalkan tenun tersebut sebagai souvenir untuk kami bawa ke mancanegara," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maria Retty Batlayeri.

Retty berharap ke depannya tenun ikat Tanimbar sebagai ekraf dari wilayahnya bisa semakin dikenal berbagai kalangan dan tidak sekadar dipamerkan. Tapi bisa digunakan secara masih seperti tenun khas NTT atau kain ulos dari Sumatera Utara.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Warung Sembako Raup 15 Juta dari BRIlink"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT