Viral Kebun Jagung Dibabat Anak BUMN Perkebunan, Warga Pasrah dan Menangis

ADVERTISEMENT

Viral Kebun Jagung Dibabat Anak BUMN Perkebunan, Warga Pasrah dan Menangis

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 14 Okt 2022 14:45 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman memanen jagung BSI 18 di Delanggu, Majokerto, Jawa Timur, Jumat (15/7/2016). Lahan jagung dipanen mencapai 20 hektar.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Viral di Instagram sebuah video sekelompok warga menangis kala kebun jagung miliknya dibabat habis oleh pihak yang diduga PTPN IV di Jambi. Video tersebut diunggah dalam bentuk reels oleh akun @terang_media pada rabu kemarin.

Di dalamnya, terlihat sejumlah karyawan yang dinarasikan berasal dari PTPN IV. Tampak mereka berbaris sembari melayangkan alat seperti sabit dan tongkat kayu.

Sementara itu, warga hanya bisa pasrah dan berteriak. Beberapa anak berseragam SD hingga SMP pun turut menangis hingga menjerit, meneriaki para pelaku.

Termasuk sang perekam video, yakni seorang wanita, yang turut menangis sembari mencoba menceritakan kondisi yang sedang terjadi pada saat itu.

"Bagaimana kami menyekolahkan anak-anak kami?" teriak sang perekam video, dikutip Jumat (14/10/2022).

"Usir penjajah, usir penjajah. Di mana keadilan di tanah ini Pak Jokowi? Di mana keadilan itu Pak Jokowi? Tanah masyarakat Pak Jokowi," lanjutnya, diikuti sautan beberapa warga lainnya.

Kondisi menyedihkan ini diketahui terjadi pada Selasa, di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja, Simalungun, Sumatera Utara. Disebutkan lahan tersebut merupakan milik 147 KK.

PTPN Buka Suara

Saat dikonfirmasi oleh detikcom, pihak Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan perusahaan terkait menyangkut kronologi kejadian dan kebenaran video tersebut.

"Sampai dengan sekarang kami masih berkoordinasi dengan PTPN IV untuk menyelidiki kebenaran video tersebut," kata Corporate Secretary Holding PTPN Bambang Agustian kepada detikcom, Jumat (14/10/2022).

Bambang menjelaskan, sesuai dengan data dan hukum yang ada, serta dengan keputusan pengadilan, lahan tersebut memang merupakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN IV.

"Namun, kami memiliki tugas menjalankan amanat menjaga aset negara untuk mengelolanya dengan baik termasuk menjaga dari aset dari pihak yang tidak berhak," lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut, ia mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan solusi terbaik untuk mengatasi peristiwa tersebut, salah satunya melalui mediasi antar kedua belah pihak.

"Sebagai induk perusahaan, kami akan mencari solusi terbaik untuk mengatasi peristiwa yang terjadi di Nagori Mariah Jambi, di Kab. Simalungun, Prov. Sumut, dan berupaya memediasi warga dengan PTPN IV, dengan tetap berpegang pada fakta hukum yang ada," kata Bambang.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT