Rasio Pengusaha RI Masih Kecil, Menkop Ajak Mahasiswa Berwirausaha

ADVERTISEMENT

Rasio Pengusaha RI Masih Kecil, Menkop Ajak Mahasiswa Berwirausaha

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Jumat, 14 Okt 2022 15:44 WIB
Kemenkop UKM
Foto: dok. Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki berdialog dengan para mahasiswa di acara Young Entrepreneur Wanted di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, di Surakarta, Jawa Tengah. Dalam acara yang berlangsung Kamis (13/10) itu, Teten membahas segala hal terkait dunia wirausaha di kalangan mahasiswa.

"Siapa yang ingin menjadi pengusaha?" Tanya Teten kepada para mahasiswa, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (14/10/2022).

Hampir semua mahasiswa yang hadir di Gedung Serba Guna Kampus UIN Surakarta pun mengacungkan tangannya ke atas.

"Itu pilihan tepat. Memang, ada survei menyebutkan bahwa 73% anak muda saat ini berkeinginan menjadi seorang pengusaha," lanjut Teten.

Teten menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang mulai berwirausaha. Menurutnya, dengan menjadi pengusaha para mahasiswa kelak tidak lagi mencari pekerjaan, melainkan sudah mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

"Sebuah negara disebut sebagai negara maju bila memiliki rasio kewirausahaan minimal 4%. Indonesia baru mencapai 3,47%," papar Teten.

Teten lantas mengulas negara seperti Singapura dan AS yang tingkat rasio kewirausahaannya berkisar 10-12%.

"Kita sedang menuju kesana dengan program menciptakan 1 juta wirausaha mapan baru," sebut Teten.

Ia pun mendorong UIN Surakarta untuk membentuk inkubator bisnis bagi kalangan mahasiswa. Tugasnya untuk melakukan pendampingan dan mentoring untuk rencana bisnis yang akan dilakukan para mahasiswa.

"Saya juga mendorong untuk masuk ke ekosistem digital. Tak hanya pasarnya, tapi juga operasional usahanya termasuk laporan keuangan secara digital," jelas Teten.

Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung menegaskan tidak semua orang bisa menjadi pengusaha. Dibutuhkan beberapa hal agar sukses menjalankan bisnis.

"Butuh kesabaran lebih dan pola pikir untuk menjadi pengusaha. Butuh proses yang tidak ringan," ungkap Putri.

Baca Selengkapnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT