Baju Bekas Impor Marak Masuk Mall, Kemendag: Banyak Masuk dari NTT-Manado

ADVERTISEMENT

Baju Bekas Impor Marak Masuk Mall, Kemendag: Banyak Masuk dari NTT-Manado

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 17:32 WIB
Harga pakaian yang relatif murah di pasaran membuat jumlah limbah tekstil terus meningkat. Kini tren thrifting pun mulai bermunculan untuk kurangi limbah teksti
Foto: Rifkianto Nugroho
Tangerang -

Baju bekas impor sekarang ini semakin marak, bahkan di beberapa kesempatan sudah mulai masuk mall. Kementerian Perdagangan sendiri mengakui memang belum ada larangan untuk perdagangan baju bekas impor tersebut, hanya importasinya yang dilarang.

"Ya memang kalau dikatakan untuk berdagang baju bekas, belum ada larangannya. Yang larangannya itu proses importasinya. Itu lah kita perlunya berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga lainnya," ujar Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono, saat ditemui di sela-sela acara Trade Expo Indonesia 2022, Rabu (19/10/2022).

"Karena kalau kita sendiri mengawasi, kita tahan, kita tahu pintu-pintu masuk yang sudah banyak, kita secara berkala kita lakukan pengawasan," lanjutnya.

Veri juga mengakui memang perdagangan baju bekas impor itu semakin marak. Hal itu juga mengganggu pelaku usaha garmen dalam negeri. Pihaknya mendeteksi banyak baju bekas impor masuk melalui jalur-jalur tikus.

Wilayah yang kini menjadi tempat masuknya baju impor bekas melalui wilayah Indonesia Timur. Sementara sebelumnya wilayah barat seperti Sumatera, yang dikatakan Veri sudah mulai ketat pengawasannya.

"Memang kadangkala pelaku-pelaku usaha nakal ini sangat mengganggu, terutama di industri garmen kita. Yang teridentifikasi dari wilayah timur sekarang. Tadinya kan wilayah-wilayah Sumatera, sekarang udah ada di wilayah timur," jelasnya.

"Wilayah timur dari wilayah Nusa Tenggara, dari Manado, yang berbatasan dengan laut-laut lepas. Jalur barat sudah mulai ketat pengawasannya, dari bea cukai, kepolisian, dinas kita di daerah, mereka sekarang pindah-pindah tempat," lanjutnya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT