Badai PHK Tekstil Benar Adanya! BPS Ungkap Puluhan Ribu Buruh Jadi Korban

ADVERTISEMENT

Badai PHK Tekstil Benar Adanya! BPS Ungkap Puluhan Ribu Buruh Jadi Korban

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 07 Nov 2022 16:23 WIB
Produk tekstil impor dari China makin deras masuk ke Indonesia. Para pengusaha industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Jabar pun mengeluh karena terancam bangkrut.
Ilustrasi/Foto: Rico Bagus
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan pada jumlah tenaga kerja di industri tekstil pada periode Agustus 2021 hingga Agustus 2022. Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan berdasarkan hasil Sakernas ini terjadi pada 13 sub sektor industri tekstil.

Dia menyebutkan terjadi penurunan tenaga kerja sebesar 1,13 juta menjadi 1,08 juta. Atau turun sekitar 50 ribu orang.

"Terjadi penurunan tenaga kerja dari 1,13 juta menjadi 1,08 juta orang dari periode Agustus 2021 ke periode Agustus 2022," ujar dia dalam konferensi pers virtual, Senin (7/11/2022).

BPS mencatat jumlah pengangguran periode Agustus 2022 sebanyak 8,42 juta orang. Jumlah ini terdiri dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 135,50 juta orang penduduk bekerja.

Penduduk usia kerja saat ini 209,42 juta orang atau tumbuh 2,71 juta orang. Kemudian untuk pekerja penuh terdiri dari 92,63 juta orang atau tumbuh 8,37 juta orang.

Untuk pekerja paruh waktu 34,13 juta orang atau turun 1,24 juta orang. Lalu setengah pengangguran 8,54 juta orang atau turun 2,88 juta orang. BPS juga mencatat orang yang terdampak COVID-19 sebanyak 4,15 juta dengan komposisi 240 ribu orang menganggur karena COVID-19.

Lalu 320 ribu orang bukan angkatan kerja. Sebanyak 110 ribu orang tidak bekerja karena COVID-19. "3,48 juta orang pengurangan jam kerja karena COVID-19. Dari dampak COVID-19 terhadap kondisi ketenagakerjaan belum sepenuhnya hilang," ujarnya.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT