Kimia Farma & Anak Usaha Mau Dapat Kucuran Modal dari INA & SWF China

ADVERTISEMENT

Kimia Farma & Anak Usaha Mau Dapat Kucuran Modal dari INA & SWF China

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 13 Nov 2022 22:31 WIB
Pfizer Indonesia menginvestasikan teknologi otomatis terkini Restricted Access Barrier System (RABS) senilai USD 5 juta.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Indonesia Investment Authority (INA) dan Silk Road Fund akan berivestasi ke PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Kimia Farma Apotek (KFA). Adanya investasi ini diharapkan dapat mengembangkan sektor kesehatan di Tanah Air.

"Hari ini kita baru saja menandatangani sebuah perjanjian antara Kimia Farma, Kimia Farma Apotek dengan Indonesia Investment Authority atau biasa dikenal sebagai INA, serta Silk Road Fund di mana dalam perjanjian ini Silk Road Fund dan INA akan masuk menjadi investor di Kimia Farma Apotek dan juga Kimia Farma," kata Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury yang disiarkan secara online, Minggu (13/11/2022).

Menurutnya, hal itu upaya konkret untuk mengembangkan sektor kesehatan. Dia menjelaskan, setelah pandemi COVID-19, sektor kesehatan dihadapkan pada tantangan seperti mewujudkan sektor kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan lebih mandiri.

"Karena sampai dengan saat ini sebagian besar dari bahan-bahan baku khususnya untuk di bidang health care masih kita impor dari negara lain," katanya.

"Kita berharap melalui kolaborasi ini, di mana INA dan SRF atau Silk Road Fund yaitu Sovereign Wealth Fund atau INA-nya China itu bisa masuk berinvestasi di KFA dan KA," tambahnya.

Dalam keterangannya, kerja sama ini dituangkan melalui penandatanganan Conditional Share Subscription and Purchase Agreement beserta dokumen-dokumen transaksi terkait lainnya antara KAEF dan KFA, dengan SRF dan INA.


Total investasi adalah sekitar Rp 1.860.000.000.000 atau Rp 1,86 triliun untuk 40% kepemilikan di KFA, tergantung kepada closing account mechanics berdasarkan laporan keuangan pada saat completion. Investasi ini akan digunakan untuk mendanai ekspansi bisnis strategis KFA, kebutuhan modal kerja serta inisiatif untuk lebih meningkatkan efisiensi operasional.

Kedua investor juga akan berpartisipasi dalam rencana transaksi Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 14 Oktober 2022 di Jakarta. KAEF akan mendapatkan dana untuk mendukung modal kerja dalam rangka ekspansi perusahaan dan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT