Simak! Pedagang Diminta Jual Telur Ayam Rp 27.000/Kg

ADVERTISEMENT

Simak! Pedagang Diminta Jual Telur Ayam Rp 27.000/Kg

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 17:28 WIB
Badan Pangan Nasional menggelar bazar telur ayam murah di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (1/9/2022). Bazar telur murah ini pun diserbu warga.
Ilustrasi Telur Ayam/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) meminta para pedagang untuk menjual telur ayam ke konsumen seharga Rp 27.000 per kilogram (kg). Imbauan juga berlaku untuk acuan pembelian di tingkat produsen (peternak layer) berada di kisaran Rp 22.000/kg sampai Rp 24.000/kg

Harga itu sesuai dengan Harga Acuan Penjualan/Pembelian (HAP) yang telah disepakati dan tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022.

Arief menjelaskan, kesepakatan HAP telur ayam ras ini sebelumnya telah dibahas bersama seluruh stakeholder perunggasan, sehingga angka pembelian di tingkat produsen (peternak layer) sebesar Rp 22.000/kg hingga Rp 24.000/kg dan angka penjualan di tingkat konsumen sebesar Rp 27.000/kg

Harga itu tersebut telah memperhitungkan dan mempertimbangkan berbagai variable cost harga pokok produksi telur. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022, tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras.

"Peraturan tentang HAP Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras telah ditetapkan dan berlaku sejak tanggal 05 Oktober 2022. Untuk itu, di momentum menjelang Nataru ini kami meminta seluruh peternak layer dan pedagang dapat membeli dan menjual telur ayam ras sesuai HAP yang telah disepakati," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/11/2022).

Menurutnya, penjualan dan pembelian telur sesuai HAP dapat mengendalikan harga telur di tengah tingginya konsumsi dan permintaan jelang akhir tahun. Aturan ini juga untuk menjaga harga kesetimbangan baru yang sama-sama menguntungkan produsen dan konsumen serta mengurangi fluktuasi dan disparitas harga.

"Langkah Ini juga merupakan bagian dari pengendalian inflasi pangan. Seperti kita ketahui Oktober kemarin inflasi sudah mulai turun sebesar 0,11 persen, kita upayakan jangan sampai November dan Desember ini tren-nya kembali naik, untuk itu kami mengajak seluruh stakeholder pangan dapat bersinergi mendukung langkah pengendalian harga dan inflasi ini," paparnya.

Badan Pangan sudah sampaikan ke peternah dan pedagang. Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT