Fakta-fakta Rusia Resmi Resesi!

ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Rusia Resmi Resesi!

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2022 07:30 WIB
People attend a concert marking the declared annexation of the Russian-controlled territories of four Ukraines Donetsk, Luhansk, Kherson and Zaporizhzhia regions, after holding what Russian authorities called referendums in the occupied areas of Ukraine that were condemned by Kyiv and governments worldwide, in Red Square in central Moscow, Russia, September 30, 2022. Sputnik/Maksim Blinov/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.
Foto: Sputnik/Maksim Blinov/Reuters
Jakarta -

Rusia resmi terjerumus ke jurang resesi, setelah ekonominya kontraksi 4% selama dua kuartal berturut-turut. Dilaporkan, kondisi ini merupakan imbas berkepanjangan dari sanksi barat yang menghujani Rusia.

Secara umum, resesi sendiri diartikan dengan melemahnya ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun. Produk domestik bruto (PDB) negara adidaya ini turun 4% pada kuartal ketiga 2022 ini. Kondisi ini serupa dengan kontraksi 4% pada kuartal kedua.

Informasi tersebut berdasarkan dari estimasi yang diterbitkan oleh badan statistik nasional, Rosstat, pada Rabu kemarin, dilansir dari The Moscow Times, Kamis (17/11/2022).

Sanksi Barat yang menghantam ekonomi Rusia pasca serangan Moskow di Ukraina menjadi awal mula penurunan ekonomi Rusia. Pembatasan ekspor dan impor, kekurangan staf, hingga masalah pasokan suku cadang membebani perekonomian Rusia.

Setelah Rusia terkena sanksi Barat atas serangan Ukraina, bank secara drastis menaikkan suku bunga acuan dari 9,5% menjadi 20% dalam upaya untuk melawan inflasi dan menopang rubel.

Lalu yang mengejutkan, pada bulan Oktober lalu, bank sentral Rusia mempertahankan suku bunga utamanya pada 7,%. Ini adalah pertama kalinya sejak awal serangan militer di Ukraina tingkat suku bunga tetap tidak berubah.

Penurunan ekonomi pun terus terjadi, hingga mendorong terjadinya kontraksi. Menyusul kontraksi 4% di kuartal ini, tercatat penurunan perdagangan grosir sebesar 22,6% dan penurunan perdagangan ritel sebesar 9,1%.

Namun sisi baiknya, konstruksi Rusia tumbuh sebesar 6,7% dan pertanian sebesar 6,2%. Rosstat juga mencatat, tingkat pengangguran Rusia mencapai 3,9% pada September lalu.

Rusia sendiri terakhir kali mengalami resesi teknis pada akhir 2020 dan awal 2021 saat dunia mengalami pandemi virus corona. Ekonomi Rusia pun malah bernasib baik pada awal 2022 dengan peningkatan PDB sebesar 3,5%.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "PDB Minus 4 Persen, Rusia Resmi Resesi!"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT