Buwas Ungkap 500 Ton Beras di Pinrang Hilang: Kepala Gudang Dipecat!

ADVERTISEMENT

Buwas Ungkap 500 Ton Beras di Pinrang Hilang: Kepala Gudang Dipecat!

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 23 Nov 2022 20:30 WIB
Pekerja mengangkut beras saat proses penyaluran beras ke pasar-pasar di Gudang Perum BULOG Sub Divre Serang, Banten, Senin (5/4/2021). Dirut Perum BULOG Budi Waseso menyatakan, stok beras Bulog hingga April 2021 mencapai 1 juta ton cukup untuk kebutuhan puasa dan lebaran serta akan terus menyerap gabah hasil panen petani dengan target cadangan beras pemerintah (CBP) bisa mencapai 1,4 juta ton hingga akhir Mei sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang memastikan tidak akan mengimpor beras hingga Juni mendatang. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww.
Foto: ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengungkap masalah hilangnya beras 500 ton di di Gudang Bulog Bittoeng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Menurutnya, dugaan sementara beras tersebut dipinjamkan.

"Sementara ini dipinjampakaikan. Kerja sama dengan mitra. Kita belum tahu. Makanya sekarang dalam penanganan, tapi yakin itu pasti selesai," kata Buwas saat ditemui di DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Buwas mengatakan saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh kepolisian. Ia juga menegaskan karena hal ini melibatkan kepala gudang, maka akan langsung dipecat.

"Kepala gudang (pelaku). Sudah (dipecat), saya nggak main-main itu, langsung copot. Itu sudah melibatkan Bulog, oknum Bulog, kepala gudang, nanti dipecat, harus!" tegasnya.

Ia memastikan bahwa kasus ini harus selesai dan dipertanggungjawabkan. Jika memang benar dipinjamkan, maka harus segera dikembalikan 500 ton beras tersebut.

"Apapun namanya, itu akan dipertanggungjawabkan secara hukum. Nah kalau dipinjamkan, dipinjamkan ke siapa? Dia harus segera mengembalikan yang 500 ton itu. Ini sedang ditangani, internal kita. Tapi kita sudah menyiapkan itu untuk ditangani secara hukum. Karena itu pidana," ungkapnya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT