Harga Rokok, Beras sampai BBM Bikin Inflasi Tinggi

ADVERTISEMENT

Harga Rokok, Beras sampai BBM Bikin Inflasi Tinggi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 01 Des 2022 14:33 WIB
Telur ayam di Kulon Progo tembus Rp 30 ribu per kg, Kamis (1/12/2022).
Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi November 5,42% secara tahunan atau year on year.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengungkapkan, komoditas penyumbang inflasi November 2022 ini mulai dari naiknya harga rokok, bahan bakar minyak (BBM), beras sampai tiket pesawat.

Secara bulanan inflasi tercatat 0,09%.

"Komoditas penyumbang inflasi bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telur ayam ras, dan tarif angkutan dalam kota," kata Setianto dalam konferensi pers, Kamis (1/12/2022).

Dia menjelaskan kenaikan harga juga terjadi pada komoditas tahu dan tempe. Harga tahu saat ini Rp 11.680, naik sebesar 12,4% (yoy) atau 2,12% dibandingkan bulan lalu.

Kemudian untuk harga tempe sebesar Rp 12.949, naik 13,56% (yoy) dan naik 2,13% (mtm).

Menurut dia, naiknya harga ini sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir disebabkan oleh kenaikan harga kedelai.

"Kenaikan harga tahu dan tempe karena stok kedelai dalam negeri yang menipis, sedangkan realisasi impor kedelai juga lambat," ujar dia.

Kemudian untuk telur ayam ras menjadi komoditas yang naik paling tinggi pada bulan lalu. Telur ayam terpantau dibandrol dengan harga Rp 27.476 per kilogram, naik 17,11% (yoy) atau naik 2,77% (mtm).

"Telur ayam ras andilnya tertinggi pada November 2022," jelasnya.

Selain itu, jika dilihat dari inflasi inti yang tembus 3,3% di November ini, penyumbang utamanya adalah kenaikan sewa rumah. Meski cukup tinggi, tapi inflasi inti dinilai masih terkendali.

Simak juga Video: Pemerintah Naikkan Cukai Rokok 10% Tahun Depan!

[Gambas:Video 20detik]



(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT