Begini Ekonomi Jepang yang Tumbangkan Spanyol-Jerman di Piala Dunia 2022

ADVERTISEMENT

Begini Ekonomi Jepang yang Tumbangkan Spanyol-Jerman di Piala Dunia 2022

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 02 Des 2022 11:38 WIB
Fans celebrate after Japans victory over Spain in the Qatar 2022 World Cup Group E football match to advance to the last 16, at the Shibuya Crossing area in Tokyo on December 2, 2022. (Photo by Richard A. Brooks / AFP) (Photo by RICHARD A. BROOKS/AFP via Getty Images)
Melihat Ekonomi Jepang yang Tumbangkan Spanyol-Jerman di Piala Dunia 2022/Foto: (Richard A. Brooks/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Jepang secara mengejutkan tampil impresif selama Piala Dunia Qatar 2022. Tim samurai biru berhasil menaklukkan dua raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol dengan skor masing-masing 2-1.

Hasil ini membuat Jepang lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup. Catatkan rekor apik selama Piala Dunia Qatar 2022, lantas bagaimana kondisi perekonomian Jepang?

Mengutip Reuters, Jumat (2/12/2022), ekonomi Jepang menempati posisi ketiga ekonomi terbesar dunia, di bawah Amerika Serikat dan China. Namun, perekonomian Jepang pada kuartal III-2022 tampaknya tidak sementereng penampilan timnas mereka di Piala Dunia.

Ekonomi Jepang secara tidak terduga menyusut untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir. Jepang masih tertatih, meskipun pembatasan COVID-19 sudah dicabut baru-baru ini. Negeri Matahari Terbit ini juga tertekan akibat gelombang inflasi global.

Kenaikan suku bunga meluas di berbagai negara usai pecahnya perang Rusia-Ukraina. Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang turun 1,2% selama Juli-September 2022. Mata uang Yen juga turun ke posisi terendah dalam 32 tahun terakhir terhadap dolar AS.

Hal ini menyebabkan biaya hidup di Jepang semakin tinggi, dengan kenaikan harga-harga komoditas, misalnya kenaikan harga bahan bakar hingga makanan. "Kontraksi ini mengejutkan," kata Takeshi Minami, Kepala Ekonom di Norinchukin Research Institute.

Minami menyebut pencabutan pembatasan COVID-19 sebenarnya memberikan sedikit kelegaan. Namun, masih ada ancaman ketidakpastian akibat munculnya kasus virus baru.

"Sementara peningkatan wisatawan masuk adalah titik terang untuk Oktober-Desember dan seterusnya, kami melihat risiko penurunan dari kenaikan harga barang dan ketakutan akan wabah lain," katanya.

Menyoroti kekhawatiran tentang kebangkitan pandemi, Jepang menghadapi infeksi COVID-19 harian baru yang mencapai 100.000 pada Selasa untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Kasus baru telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir yang disebut sebagai gelombang kedelapan selama pandemi.

Jepang catatkan rugi dagang. Cek halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Maroko Tak Terkalahkan di Babak Penyisihan Piala Dunia, Suporter Bersukacita!

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT