Jaga-jaga Resesi Pangan, BUMN Bakal Serap Hasil Produksi Petani

ADVERTISEMENT

Jaga-jaga Resesi Pangan, BUMN Bakal Serap Hasil Produksi Petani

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 20:16 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Ilustrasi BUMNFoto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

BUMN didorong menjadi pembeli siaga (offtaker) produk petani. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman resesi pangan.

Demikian disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (6/12/2022).

"Tadi kan bicara mengenai resesi pangan yang harus diantisipasi, karena itu kami dari BUMN tadi mendorong kemungkinan yang seperti sudah dibicarakan Bapak Presiden bagaimana BUMN menjadi offtaker atau mengambil daripada produksi petani," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Erick mengatakan perlu penugasan. Kemudian, ditetapkan pula jenis-jenis produknya.

Selain itu, dia mengatakan, masalah pendanaan juga mesti menjadi perhatian. Erick mengusulkan agar pendanaan itu ditaruh di Bank BUMN dengan bunga murah, tidak langsung ke BUMN yang menjalankan penugasan.

Dengan begitu masalah pembiayaan untuk menyerap produk hasil petani tidak menjadi persoalan.

"Tetapi kan penugasan itu harus dilakukan dulu, nah jenis-jenisnya apa, lalu pendanannya. Saya mengusulkan ditaruh di Himbara, tidak ditaruh langsung ke BUMN-nya, ditaruh di Himbara dengan bunga yang rendah. Supaya jangan nanti ketika kita mau beli ini urusan petani, mahal lagi biayanya. Karena ini kan benar-benar circular economy, ekonomi yang berputar, ini yang kita lagi petakan," jelasnya.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT