Digugat Eks Karyawan Twitter, Elon Musk Disebut Tak Manusiawi!

ADVERTISEMENT

Digugat Eks Karyawan Twitter, Elon Musk Disebut Tak Manusiawi!

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 09 Des 2022 08:25 WIB
Sah Beli Twitter, Elon Musk Pecat CEO dan Eksekutif Lainnya
Elon Musk Bos Baru Twitter Foto: DW (News)
Jakarta -

Sejumlah mantan karyawan Twitter melayangkan gugatan kepada perusahaan. Menurut mereka, bos baru perusahaan, Elon Musk, telah melanggar banyak hak-hak buruh atas langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukannya.

Konferensi pers pun diadakan menjelang sidang pertama dalam kasus awal, di mana lima mantan karyawan menuduh Musk telah melanggar janji yang dibuat perusahaan kepada karyawan sebelum pengambilalihannya.

Diketahui ada empat gugatan atas nama kontraktor Twitter yang diberhentikan. Salah satunya klaim bahwa Twitter mengingkari janji untuk mengizinkan kerja jarak jauh dan tunjangan pesangon yang konsisten setelah akuisisi Musk.

Klaim ini menyebut ada setidaknya satu karyawan yang di-PHK pada 1 November lalu dan tidak mendapat pemberitahuan sesuai dengan Undang-Undang Federal dan California. Karyawan ini juga tidak ditawari kompensasi sebagai atas hal tersebut.

Tidak hanya itu, disebut juga adanya keluhan terkait dugaan kecacatan dan diskriminasi berbasis gender. Tuntutan-tuntutan ini pun telah diajukan kuasa hukum karyawan, Shannon Liss-Riordan, kepada Dewan Hubungan Perburuhan Nasional atas nama mantan karyawan.

"Orang-orang nyata terpengaruh oleh ini, saya punya keluarga, saya punya anak untuk dinafkahi. Yang kami cari hanyalah keadilan," kata mantan insinyur Twitter Wren Turkal saat konferensi pers di San Francisco, dikutip dari CNN Business, Jumat (9/12/2022).

"Sepertinya PHK telah dilakukan dengan cara yang benar-benar canggung dan tidak manusiawi dan berpotensi ilegal. Dan inilah akibatnya," kata mantan insinyur Twitter lainnya, Emmanuel Cornet.

Selama sidang pada Kamis kemarin, pengacara meminta pengadilan untuk melarang Twitter membuat perjanjian PHK dengan karyawan yang akan diberhentikan tanpa memberi tahu perkara empat gugatan ini.

"Orang terkaya di dunia tidak kebal hukum. Karyawan memiliki hak di sini," ujar Liss-Riordan.

"Dari semua masalah yang dihadapi Elon Musk saat ini, ini terasa paling mudah untuk diperbaiki... perlakukan pekerja Anda dengan hormat," tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, Twitter sudah memulai PHK massal pada awal November kemarin. Tidak diketahui berapa banyak karyawan yang diberhentikan. Namun sebelum diakuisisi Elon Musk, Twitter punya kurang lebih 7.500 pegawai dan tiga minggu setelah diakuisisi oleh dirinya, pegawai Twitter yang tersisa tinggal 2.700 saja.

Beberapa minggu setelah PHK Twitter awal, ratusan karyawan Twitter keluar setelah Elon Musk memberi mereka ultimatum untuk bekerja lebih keras atau meninggalkan perusahaan.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT