Resolusi 2023, Zulhas: Ekspor Non Migas RI Capai Rp 4.500 T

ADVERTISEMENT

Resolusi 2023

Resolusi 2023, Zulhas: Ekspor Non Migas RI Capai Rp 4.500 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 02 Jan 2023 15:00 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri Peluncuran Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasia Economic Union (EAEU).
Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menargetkan ekspor non migas bisa mencapai US$ 289,76 miliar atau setara Rp 4.508 triliun (kurs Rp 15.560). Sementara per November 2022, ekspor non migas Indonesia tercatat US$ 253,61 miliar.

"Ekspor 2023, target ekspor nonmigas negara 2023, US$ 289,76 miliar. Dari sebelumnya baru US$ 253 miliar," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/1/2022).

Menurut Zulhas untuk tahun ini saja, Indonesia menjadi negara yang tumbuh saat negara-negara maju mengalami pelemahan ekonomi, seperti Amerika Serikat (AS) China, dan Uni Eropa.

"Sejak kuartal IV-2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil terjaga di atas 5%. Meskipun sebelumnya pada kuartal II-2020 hingga kuartal I-2021 mengalami kontraksi atau minus, ekonomi Indonesia mampu bangkit dan pulih secara bertahap hingga tumbuh 5,72% YoY pada kuartal III-2022," jelasnya.

Januari‚ąíNovember 2022 Indonesia surplus mencapai US$ 50,59 miliar. Ia mengatakan nilai itu mengalahkan rekor tertinggi pada tahun 2006 sebesar US$ 39,73 miliar.

"Sepanjang Januari-November 2022, top 20 negara tujuan ekspor non migas Indonesia hampir seluruhnya mencatatkan pertumbuhan positif. Hanya Spanyol yang tumbuh negatif. 22. Lima negara dengan pertumbuhan tertinggi adalah India 81,46%, Filipina 52,43%, Hong Kong 43,86%, Jepang 38,95%, dan Korea Selatan 37,24% " lanjutnya.

Selain itu, resolusi untuk perluasan pasar dagang Indonesia, Zulhas menargetkan India menjadi mitra dagang selanjutnya. Rencananya, akan ada kerja samamulai dari farmasi, teknologi, manufaktur dan pendidikan.

"Nanti rencananya saya dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan berkunjung selama 2 sampai 3 hari. Karena sebenarnya India ini raksasa, tetapi kita sering memandang sebelah mata. Oleh karena itu kami ingin membangun perdagangan bilateral dengan India," tutupnya.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT