Pemerintah Inggris mengumumkan akan memberikan insentif biaya hidup bagi rumah tangga berpenghasilan rendah hingga mencapai 900 poundsterling (US$ 1.084) atau sekitar Rp 16,9 juta (kurs Rp 15.600) selama satu tahun keuangan.
Informasi ini disampaikan oleh Departemen Pekerjaan dan Pensiun pada hari Selasa ini, dikutip dari Reuters, Selasa (03/01/2022). Insentif ini akan diberikan kepada jutaan rumah tangga berpenghasilan rendah.
Departemen juga mengatakan, uang tersebut akan otomatis masuk ke rekening bank penerima. Pengiriman akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu tahun finansial.
Pengumuman menyangkut penyaluran insentif berupa uang tunai ini sebelumnya sempat disampaikan oleh Kanselir Jeremy Hunt dalam sebuah pernyataan pada musim gugur kemarin.
Bersamaan dengan itu, ia turut menyampaikan serangkaian kenaikan pajak dan pengeluaran publik lainnya. Namun demikian, pada kala itu pemerintah Inggris tidak menjelaskan secara rinci tentang jadwal pembayaran insentif tersebut.
Tidak hanya insentif sebesar US$ 1.084, secara terpisah juga akan disalurkan sebanyak 150 poundsterling atau setara Rp 2,82 juta (kurs Rp 18.800) kepada sebanyak 6 juta orang cacat, dan 300 poundsterling atau setara Rp 5,64 juta kepada lebih dari 8 juta pensiunan.
Perlu diketahui, tahun lalu pemerintah Inggris juga telah menyalurkan bantuan senilai 1.200 poundsterling untuk rumah tangga berpenghasilan rendah. Bantuan ini disalurkan sejalan dengan kondisi masyarakat menengah ke bawah yang kesulitan menghadapi krisis kenaikan kebutuhan.