Perjalanan Panjang Polemik Impor KRL Bekas Jepang yang Disebut Jadi Tahun Ini

Perjalanan Panjang Polemik Impor KRL Bekas Jepang yang Disebut Jadi Tahun Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 24 Mei 2023 07:45 WIB
PT KCI yang mengelola KRL Jabodetabek terancam kekurangan armada. Pasalnya, izin impor KRL yang diajukan PT KCI terganjal di Kementerian Perindustrian.
Bentuk KRL Jepang yang Mau Diimpor KCI/Foto: Dok. Jreast.co

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba di kesempatan berbeda menjelaskan, KCI sudah melakukan forum group discussion (FGD) dengan berbagai pihak untuk menentukan langkah impor kereta bekas dari Jepang ini. FGD itu pun dihadiri oleh semua pihak, mulai dari lintas kementerian, pengamat, hingga pengguna.

Hasilnya, impor kereta bekas memang menjadi pilihan utama untuk menggantikan kereta-kereta yang mau pensiun. Ada pilihan lain dengan melakukan peningkatan teknologi pada kereta yang mau dipensiunkan. Hanya saja pilihan itu butuh waktu 1-2 tahun untuk pengerjaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengingat ini sudah sangat dibutuhkan, kami memilih opsi untuk mengimpor kereta tidak baru untuk mengganti kereta yang dikonversi tadi," sebut Anne ditemui di kantornya, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2023) lalu.

Anne pun menyatakan sejauh ini pihaknya sudah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan untuk melakukan impor kereta bekas dari Jepang. Pihak Ditjen Perkeretaapian sebagai regulator utama perkeretaapian sudah setuju KCI mengimpor kereta dari Jepang.

ADVERTISEMENT

Hanya saja saat ini pihaknya terganjal izin impor di Kementerian Perdagangan. Hal itu terjadi karena rekomendasi teknis dari Kementerian Perindustrian belum memberikan lampu hijau untuk importasi kereta bekas tersebut.

Waktu berlalu impor KRL pun jadi polemik, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sampai turun tangan. Dia meminta nasib impor KRL ditentukan setelah ada hasil riviu BPKP.

"Tadi rapat mengenai impor KRL, jadi pertama audit dulu mengenai kebutuhannya, kereta apinya, dan harganya dalam 10 hari ke depan ditentukan langkah-langkahnya yang sudah kita sepakati subjek kepada hasil audit BPKP," ujar Luhut ditemui di kantornya, bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2023) yang lalu.

Di awal April, hasil audit BPKP menyatakan impor KRL bekas dari Jepang tidak direkomendasikan untuk dilakukan oleh PT KCI. Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto.

"Sesuai hasil riviu, saat ini tidak direkomendasikan untuk impor KRL. Dari hasil riviu sih sudah cukup jelas hasilnya dan kita akan mengacu kepada hasil riviu ini," ungkap Seto dalam konferensi pers di kantornya, bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2023) yang lalu.

Sejak saat itu, hampir semua pihak satu suara agar impor KRL tak dilakukan karena tidak direkomendasikan oleh BPKP. Hanya saja, Kementerian BUMN tetap kekeuh impor KRL dibutuhkan dan harus dilakukan.

Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pemerintah mempertimbangkan kebijakan impor darurat KRL sebanyak 10-12 trainset (rangkaian kereta) di 2023. Pria yang akrab disapa Tiko itu menyebut pemerintah akan berdiskusi lebih lanjut dengan BPKP yang sebelumnya tidak merekomendasikan impor KRL bekas dilakukan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menambahkan kebutuhan KRL saat ini cukup besar, khususnya di jam-jam sibuk. Namun, Arya menjelaskan posisi Kementerian BUMN dalam hal ini berperan sebagai pelaksana. Kementerian BUMN siap mengikuti keputusan regulator.

"Kita tergantung regulator aja. Kita ikut aja. Kan nanti ada Kementerian Perhubungan sebagai regulator, ada Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan sebagai regulator juga nanti ada Pak Luhut juga sebagai Menkomarves. Kami kan pelaksana aja. Yang pasti sekarang kebutuhan akan kereta kan besar oleh publik," jelas Arya.

Namun hingga kini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sendiri menyatakan belum ada keputusan baru soal impor KRL. Hasil kesepakatan semua pihak menyatakan akan menuruti hasil riviu BPKP yang tidak merekomendasikan impor KRL.

Hingga saat ini pihaknya menyatakan tidak akan memberikan izin impor KRL tersebut. Rekomendasi itu baru akan diberikan bila BPKP memberikan 'lampu hijau'

"Yang pasti kita belum keluarkan rekomendasi. BPKP bilang impor, kita impor, kita keluarkan rekomendasi. Kalau mereka mengatakan belum, ya kita belum (keluarkan rekomendasi)," paparnya." katanya di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2023) yang lalu.


(hal/ara)

Hide Ads