Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11% sepanjang 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada 2024 sebesar 5,03%.
Menurut Airlangga, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik dari kuartal ke kuartal.
"Pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat angkanya baik, yaitu di 5,39% dan secara year-on-year 5,11%. Ini dibandingkan beberapa negara relatif situasinya baik dan kalau kita lihat kuartal per kuartal itu terus baik dan ini adalah tertinggi dari 4 kuartal yang lalu," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga membeberkan motor penggerak ekonomi kali ini berasal dari beberapa sektor, seperti sektor perindustrian 5,4%, Selain itu, sektor pertanian dan perdagangan juga berkontribusi lebih dari 40% ekonomi Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ini tak lepas dari program stimulus yang digelontorkan pemerintah pada tahun lalu. Beberapa program stimulus di antaranya, Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti, pajak penghasilan (PPh) bagi karyawan gaji di bawah Rp 10 juta ditanggung pemerintah.
"Ditambah lagi dengan dari sektor konsumsi juga positif. Jadi program yang digelontorkan pemerintah itu membuahkan hasil di kuartal keempat," jelas Airlangga.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11%. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan sepanjang 2025 ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto atas dasar harga berlaku sebesar Rp 23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp 13.580,5 triliun.
"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11%" kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
(rea/ara)










































