Harga Emas Diproyeksi Naik Lagi, Kapan?

Harga Emas Diproyeksi Naik Lagi, Kapan?

Amanda Christabel - detikFinance
Minggu, 22 Mar 2026 16:45 WIB
Harga emas keluaran Logam Mulia Antam 24 Karat hari ini, Kamis (10/4/2025) berada di level Rp 1.846.000 per gram.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Harga emas yang belakangan ini terus terkoreksi mengindikasikan ada kekhawatiran dari investor imbas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Harga emas Antam per Minggu (22/3) tercatat Rp 2.893.000 per gram dan sudah stagnan sejak Jumat (20/3) setelah mengalami penurunan tajam hingga Rp 103.000 per gramnya.

Lantas, kapan harga emas bakal naik lagi?

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan harga emas memang cenderung turun imbas konflik di Timur Tengah. Hampir nihil adanya komentar dari pemimpin Iran yang menyatakan situasi di negaranya saat ini jadi salah satu faktor investor mengalihkan investasinya dari emas ke dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga membuat para investor kembali meninggalkan logam mulia. Mereka untuk saat ini beralih ke dolar sebagai safe haven. Karena Iran sedang kekosongan pemimpin. Walaupun sudah ada pemimpin pun, tetapi pemimpin tersebut tidak mau berkomentar karena ada ketakutan daerahnya itu akan kelihatan dan akan diserang kembali," terangnya saat dihubungi detikcom, Minggu (22/3/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, Ibrahim bilang, justru sebenarnya ini adalah momen terbaik bagi investor membeli logam mulia. Menurut prediksinya, di akhir Maret 2026, harga emas akan kembali menguat.

"Mungkin mendekati akhir Maret ini logam mulia akan terus mengalami kenaikan. Jadi, kalau orang bilang kenapa logam mulia sepertinya ditinggalkan? Oh, tidak ditinggalkan. Ini ada peralihan dari logam mulia ke dolar AS. Nanti ada waktunya akan berpindah kembali ke logam mulia," beber dia.

Menurut Ibrahim, emas masih menjadi salah satu instrumen terbaik untuk menjaga nilai dari uang yang dimiliki. Bahkan, kata dia harga emas masih ada peluang untuk menembus level Rp 3,5 juta hingga akhir tahun.

"Sebenarnya pada saat terjadi koreksi terhadap logam mulia, ini kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian. Karena kemungkinan besar (harganya naik) menjadi Rp 3,5 juta sampai akhir tahun, dan ini momentum yang paling bagus bagi masyarakat," ungkapnya.

(eds/eds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads