Timur Tengah Memanas, Pengusaha Minta Kemudahan Investasi

Timur Tengah Memanas, Pengusaha Minta Kemudahan Investasi

Heri Purnomo - detikFinance
Minggu, 05 Apr 2026 09:30 WIB
Ilustrasi investasi dan ekonomi
Foto: freepik/Freepik
Jakarta -

Pengusaha tergabung dalam Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) meminta kepada pemerintah untuk memangkas hambatan investasi. Hal ini untuk menarik investasi di tengah ketidakpastian imbas konflik Timur Tengah.

Ketua Umum HKI Akhmad Maruf Maulana mengatakan, seluruh pihak perlu memastikan tidak ada praktik-praktik yang menghambat proses investasi. Iklim investasi yang kondusif harus dijaga
bersama.

"Masih terdapat berbagai hal dalam proses investasi yang perlu menjadi perhatian dan penyempurnaan bersama, guna menjaga persepsi dan kepercayaan investor," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan bahwa Indonesia harus mengubah cara pandang dalam menghadapi ketidakpastian global, harus lebih proaktif dan agile.

ADVERTISEMENT

"Di tengah berbagai hambatan, selalu ada peluang. Kondisi geopolitik saat ini harus kita jadikan momentum untuk berbenah diri sekaligus mempercepat langkah dalam menarik investasi global. Kuncinya adalah kecepatan eksekusi, kepastian regulasi, dan keberanian membereskan hambatan di lapangan, khususnya di daerah," sambungnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) De-Bottlenecking yang bertujuan untuk menghilangkan berbagai hambatan investasi di Indonesia.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam mempercepat realisasi investasi nasional, khususnya dalam menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi para pelaku usaha, mulai dari keterlambatan administratif hingga praktik-praktik yang merugikan investor.

HKI memandang bahwa kehadiran Satgas ini akan menjadi katalis dalam menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif, sehingga mampu meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global.

Di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, HKI menilai kondisi ini harus dimanfaatkan secara strategis sebagai peluang untuk menarik relokasi industri global sekaligus momentum untuk berbenah diri secara menyeluruh.

HKI menekankan bahwa dalam situasi global seperti saat ini, banyak perusahaan internasional tengah melakukan diversifikasi rantai pasok (supply chain diversification). Indonesia harus mampu menangkap peluang tersebut dengan memastikan kesiapan kawasan industri yang kompetitif, didukung oleh infrastruktur yang memadai, kepastian regulasi, serta proses perizinan yang cepat dan efisien. Selain itu, momentum ini juga harus dimanfaatkan untuk melakukan reformasi struktural, khususnya dalam mengatasi berbagai hambatan investasi di tingkat daerah.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads