Harga Plastik Meledak 2 Kali Lipat, Pedagang Menjerit: Untung Tinggal Receh

Harga Plastik Meledak 2 Kali Lipat, Pedagang Menjerit: Untung Tinggal Receh

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2026 12:52 WIB
Plastik
Toko Plastik/Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Harga produk plastik di pasaran mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, untuk sejumlah produk, kenaikan harga mencapai 100% alias dua kali lipat, membuat para pedagang kesulitan.

Sebagai contoh, Fuada, seorang pedagang plastik di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, mengatakan kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang dijualnya. Mulai dari kantong plastik, kantong kresek, gelas plastik, hingga wadah makanan.

"Ini (kantong) plastik tomat, dulu aku jual Rp 10.000, sekarang harga jualnya Rp 15.000. Karena dari modal awal, kan per 1 kilogram ya, biasanya Rp 33.000. Sekarang jadi Rp 48.000 atau Rp 54.000. Jadi untungnya tipis banget," kata Fuada saat ditemui detikcom di Pasar Gondangdia, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gelas plastik biasa Rp 7.000-8.000, sekarang Rp 15.000. Itu naik hampir 100% lah ya. Kalau plastik klip, saya biasa jual Rp 30.000, sekarang modalnya saja sudah Rp 40.000. Mau jual berapa? Jual Rp 50.000, kaget orangnya kan, naiknya Rp 20.000," jelasnya lagi.

Sementara itu, kenaikan harga tertinggi banyak terjadi untuk wadah makanan (thinwall), di mana biasanya Fuada menjual per roll isi 25 set Rp 20.000, kini sudah naik menjadi Rp 40.000. Artinya, untuk produk ini kenaikan harga mencapai dua kali lipat dari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Padahal, produk ini biasanya digunakan para pedagang maupun rumah makan untuk wadah kemasan makanan yang dibawa pulang. Hal ini membuat sebagian besar pembeli beralih ke produk dengan kualitas lebih rendah demi mencari harga yang lebih murah.

"Kalau wadah gini kan biasanya buat jualan ya, jadi mau nggak mau mereka harus tetap beli. Tapi akhirnya banyak yang minta produk yang lebih murah, yang ekonomis lah. Saya saranin sih ganti yang wadah kertas, cuma ini kan kalau basah dikit rawan bocor ya," paparnya.

Pada akhirnya, Fuada terpaksa menahan harga jual plastik dengan mengurangi margin keuntungan. Tentu hal ini sangat berdampak terhadap omzet hariannya yang sudah berkurang imbas menurunnya jumlah pembeli saat harga tinggi.

"Biasa sehari dapat Rp 3.000.000, ini paling Rp 1.500.000, setengahnya lah. Itu belum buat modal lagi kan. Pokoknya buat modal lagi paling bersih-bersih dapat Rp 200.000 lah. Normalnya biasa Rp 400.000-500.000 mungkin. Jadi sekarang saya juga beli stok sedikit-sedikit saja, takut nanti ada kebijakan, harga turun. Kan nggak bisa jual ini karena modalnya lebih dari harga jual," ungkapnya.

Senada, pedagang toko sembako dan plastik di Pasar Gondangdia, Asan, juga mengaku kenaikan harga terjadi untuk seluruh jenis plastik. Menurutnya, kenaikan rata-rata sudah di atas 50%, membuat harga modal jauh lebih tinggi dari harga jual sebelumnya.

"Kalau dulu kresek (kecil) ini kan modalnya paling Rp 10.000-11.000 gitu kan. Kalau sekarang modalnya sudah Rp 15.000-16.000. Nah kalau yang ini (kresek sedang) biasa jual Rp 15.000, sekarang modalnya ini sudah Rp 19.000. Kita jual Rp 20.000, dulu bisa ambil untung Rp 1.500, sekarang Rp 1.000 gitu," jelas Asan.

Pada akhirnya, sama seperti Fuada, ia harus mengurangi keuntungan agar harga produk tidak naik terlalu mahal di tingkat konsumen. Sebab, jika harga jual dinaikkan sesuai harga modal, ia khawatir pembeli akan beralih.

"Kalau kita naikkan sesuai harga modal, jadi mahal banget harga plastiknya. Nanti nggak ada yang mau beli," ujarnya.

Simak juga Video 'Harga Plastik Naik Drastis, Pedagang Menjerit-Pembeli Meringis':

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads