Tiket Pesawat Boleh Naik hingga 13%, Segini Harganya Sekarang

Tiket Pesawat Boleh Naik hingga 13%, Segini Harganya Sekarang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 13 Apr 2026 12:37 WIB
A young girl is going on a trip, holds plane tickets in her hands and goes to check-in, boarding a flight, close-up view of a boarding pass on a blurred background.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Zhanna Danilova
Jakarta -

Sepekan yang lalu pemerintah mengumumkan kenaikan harga tiket pesawat. Kebijakan ini diambil dengan menaikkan komponen biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge senilai 38% untuk semua jenis pesawat baik jet maupun baling-baling atau propeller. Kebijakan ini diambil untuk merespons kenaikan harga avtur di tengah perang Timur Tengah.

Meski begitu, pemerintah menerapkan juga beberapa insentif yang diharapkan dapat meredam kenaikan harga tiket pesawat, mulai dari penerapan PPN tiket ditanggung pemerintah hingga pembebasan bea masuk untuk suku cadang pesawat. Harapannya, meskipun merestui kenaikan harga tiket penerbangan, pemerintah meminta agar maskapai tidak menaikkan harga tiket melebihi 9-13%.

Setelah kebijakan restu kenaikan harga tiket diumumkan pemerintah pekan lalu, seperti apa perkembangan harga tiket pesawat terkini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pantauan detikcom pada salah satu online travel agent (OTA), Selasa (14/4/2026), sejauh ini harga tiket pesawat di beberapa rute favorit berada di rentang 1 jutaan per orang. Seperti misalnya, pada rute Jakarta-Denpasar, dengan penerbangan langsung tiket paling murah ditawarkan Lion Air dengan harga Rp 1,32 juta per orang. Sementara itu, yang paling mahal ada Garuda Indonesia dengan harga Rp 1,84 juta per orang.

ADVERTISEMENT

Di tengahnya ada Batik Air yang menawarkan tiket paling murah di harga Rp 1,4 jutaan. Kemudian AirAsia Indonesia dan Trans Nusa menawarkan tiket termurah di harga Rp 1,5 jutaan. Lalu ada Citilink dengan harga tiket mulai dari Rp 1,6 juta, ada juga Pelita Air yang menawarkan harga termurah mulai dari Rp 1,8 jutaan.

Sementara itu di rute Jakarta-Surabaya, harga paling murah ditawarkan Citilink dan Lion Air dengan kisaran Rp 1,1 jutaan. Kemudian disusul Batik Air yang menawarkan harga tiket termurah di level Rp 1,2 jutaan, dan Pelita Air dengan harga mulai Rp 1,4 jutaan. Garuda Indonesia menawarkan tiket termahal di level Rp 1,93 juta per orang.

Beralih ke Jakarta Medan, harga tiket termurah ditawarkan Lion Air dan Citilink dengan harga tiket mulai Rp 1,6 jutaan, kemudian ada juga Super Air Jet menawarkan harga termurah mulai Rp 1,75 juta per orang.

Batik Air dan Pelita Air menawarkan tiket termurah di angkat Rp 2,1 jutaan dan Rp 2,4 jutaan. Sementara paling mahal tiket ditawarkan oleh Garuda Indonesia dengan harga Rp 2,8 juta per orang.

Dalam catatan detikcom, beberapa maskapai memang sudah mengaku akan melakukan penyesuaian harga. Maskapai pelat merah Garuda Indonesia dan grupnya sudah menyatakan akan melakukan penyesuaian harga tiket setelah kebijakan fuel surcharge berlaku. Namun, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan berjanji penyesuaian harga akan dilakukan dengan proporsional dan terukur.

"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," tegas Glenny dalam keterangannya pekan lalu.

Sementara itu Dirut Citilink Indonesia Darsito Hendroseputro mengatakan Citilink akan melakukan penyesuaian harga tiket dengan pendekatan yang terukur dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, serta ketentuan regulator. Citilink merupakan maskapai dari grup Garuda.

"Evaluasi atas penyesuaian operasional dan tarif akan dilakukan secara berkala seiring dengan pergerakan harga avtur yang berlangsung dinamis, sehingga langkah-langkah yang diambil tetap relevan dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional perusahaan," ujar Darsito.

Di sisi lain, Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi menyatakan pihaknya akan melakukan penyesuaian harga setelah aturan tambahan dari Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan mengenai kenaikan tiket sudah lengkap. Menurutnya, semua pihak akan mengedepankan daya masyarakat tetap mampu menjangkau tiket pesawat.

"Selain memikirkan supaya daya beli masyarakat masih menjangkau dalam pilihan menggunakan transportasi udara," ujar Daniel.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads