×
Ad

258 Juta Orang Naik Kereta dalam 6 Bulan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2026 18:30 WIB
Foto: Calon penumpang KAI Divre I Sumut sedang menunggu jadwal keberangkatan (Dok. Siti Asyaroh/detikSumut)
Jakarta -

Ratusan juta orang menggunakan kereta api pada paruh pertama 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat ada 258.993.359 pelanggan yang naik kereta selama semester 1 2026.

Jumlah penumpang itu meningkat 7,55% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pertumbuhan pelanggan KAI Group menjadi gambaran bagaimana peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api, baik untuk perjalanan harian, perjalanan antarkota, akses bandara, wisata, maupun mobilitas perkotaan.

"Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258,99 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipilih masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi. Bagi KAI, pertumbuhan ini perlu selalu diikuti dengan peningkatan keselamatan, kualitas layanan, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Pada layanan KA jarak jauh dan lokal, KAI melayani 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 27.463.555 pelanggan. Sementara itu, layanan KAI Commuter Line melayani 204.151.200 pelanggan, naik 6,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 191.540.583 pelanggan.

Pertumbuhan juga terlihat pada LRT Jabodebek yang melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 13.040.403 pelanggan. Lalu diikuti juga KA Makassar-Parepare melayani 172.015 pelanggan, tumbuh 15,44% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 149.014 pelanggan. Sementara itu, KAI Wisata melayani 164.743 pelanggan, tumbuh 64,45%.

"KAI Group terus memperkuat layanan sesuai karakter pelanggan di masing-masing segmen. Ada pelanggan komuter yang membutuhkan ketepatan dan kapasitas, pelanggan antarkota yang membutuhkan kenyamanan, pelanggan wisata yang mencari pengalaman perjalanan, serta masyarakat daerah yang membutuhkan transportasi publik yang terjangkau," kata Bobby.

Di rentang waktu yang sama, KAI mengoperasikan KA Sangkuriang relasi Bandung-Ketapang PP mulai 1 Mei 2026. Layanan ini membuka akses langsung dari Jawa Barat menuju Banyuwangi melalui Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan sejumlah wilayah lain di lintas selatan serta timur Pulau Jawa.

KAI juga menambah pilihan perjalanan antarkota melalui KA Pandalungan 2 relasi Gambir-Jember PP mulai 18 Juni 2026. Kehadiran layanan ini memperkuat konektivitas lintas Jakarta-Jember serta menambah alternatif perjalanan pelanggan menuju wilayah Tapal Kuda dan sekitarnya.

Di wilayah perkotaan, Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) mulai melayani naik-turun pelanggan Commuter Line Tanjung Priok sejak 22 Juni 2026. Pada pekan pertama pengoperasian, periode 22-28 Juni 2026, Stasiun JIS melayani 4.203 pengguna, terdiri atas 2.555 pelanggan naik dan 1.648 pelanggan turun. Kehadiran stasiun ini memperluas akses masyarakat menuju kawasan stadion, ruang publik, dan aktivitas warga di Jakarta Utara.

Peningkatan layanan juga dilakukan pada KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang PP. Sepanjang Januari-Juni 2026, KA Rajabasa melayani 439.984 pelanggan, naik 36,44% dibandingkan Januari-Juni 2025 sebanyak 322.485 pelanggan.

Untuk merespons tingginya kebutuhan masyarakat di lintas Lampung-Sumatra Selatan, KAI menambah stamformasi KA Rajabasa dari 5 kereta menjadi 8 kereta dalam satu rangkaian. Saat masih menggunakan sarana Ekonomi Tegak Lurus, penambahan tersebut meningkatkan kapasitas dari 530 menjadi 848 tempat duduk per perjalanan, atau bertambah sekitar 60%.

Peningkatan layanan KA Rajabasa kemudian dilanjutkan dengan penggunaan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi mulai 4 Juli 2026. Dengan formasi 8 kereta ekonomi premium modifikasi, KA Rajabasa menyediakan 640 tempat duduk per perjalanan dengan fasilitas yang lebih nyaman, seperti kursi individual, AC central, stop kontak, dan konfigurasi tempat duduk yang lebih baik untuk perjalanan jarak jauh.

Dari sisi akses layanan, beberapa stasiun yang mulai melayani pelanggan KA jarak jauh pada Semester I 2026 menunjukkan respons positif dari masyarakat. Pada periode April-Juni, Stasiun Comal mencatat 11.996 pelanggan naik-turun, Stasiun Plabuan 814 pelanggan, dan Stasiun Rajapolah 528 pelanggan. Data tersebut memperlihatkan bahwa pembukaan akses layanan di sejumlah titik mampu mendekatkan kereta api kepada masyarakat.

Kereta Barang KAI

Pada layanan barang, KAI melayani 32.498.043 ton barang sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Kinerja ini menunjukkan peran KAI dalam mendukung rantai pasok nasional, khususnya untuk kebutuhan energi, industri, dan logistik. Dengan kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang terencana, layanan barang berbasis rel menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis.

Penguatan logistik juga dilakukan melalui penambahan sarana. Hingga Semester I 2026, sebanyak 1.080 gerbong datar telah tiba untuk memperkuat layanan barang di Sumatra. Penambahan sarana ini mendukung peningkatan kapasitas layanan batu bara dan komoditas lain berbasis rel.

KAI juga menghadirkan KA Brumbung Cargo sebagai alternatif logistik nasional yang lebih efisien. Pada Semester I 2026, angkutan peti kemas KAI mencapai 2,62 juta ton. Kehadiran KA Brumbung Cargo menjadi bagian dari upaya KAI memperkuat distribusi barang berbasis rel dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.

"Layanan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI bagi perekonomian. Kereta api memiliki keunggulan kapasitas, keteraturan jadwal, dan konektivitas lintas wilayah. Karena itu, penguatan layanan barang terus kami dorong agar dapat memberi nilai tambah bagi dunia usaha dan rantai pasok nasional," ujar Bobby.

Dari sisi keselamatan, KAI menyelesaikan penutupan 172 perlintasan prioritas pada Semester I 2026. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus perlindungan bagi masyarakat di sekitar jalur.

Semester I 2026 juga diwarnai penguatan layanan yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung-Merak melayani 26.074 pelanggan sepanjang Januari-Juni 2026. Sejak melayani lintas tersebut pada 1 Desember 2025, layanan ini telah dimanfaatkan 30.189 pelanggan.

Kereta Petani Pedagang merupakan karya Balai Yasa Surabaya Gubeng yang disiapkan untuk memberi ruang perjalanan lebih tertata bagi petani, pedagang, dan masyarakat yang membawa hasil bumi maupun barang dagangan. Layanan ini mendukung pelanggan yang menggantungkan mobilitas hariannya pada kereta api untuk bekerja, berdagang, dan menjalankan aktivitas ekonomi keluarga.

Pada layanan Ekonomi Kerakyatan, KAI mencatat total 56.908 pelanggan sepanjang 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 24.398 pelanggan pada KA tambahan relasi Lempuyangan-Pasarsenen dan Pasarsenen-Lempuyangan selama masa Angkutan Lebaran periode 11 Maret-5 April 2026, serta 32.510 pelanggan pada KA Cikuray relasi Garut-Pasarsenen dan Pasarsenen-Garut selama periode 11-30 Juni 2026.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork