×
Ad

RI Ekspor 102 Ton Udang Vaname ke AS

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2026 09:05 WIB
Foto: Dok. ID FOOD
Jakarta -

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD melakukan ekspor perdana udang vaname ke Amerika Serikat (AS) di Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (15/7). Pengiriman pertama ini membuka akses pasar produk unggulan baru sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menilai ekspor tersebut menjadi tanda bahwa produk perikanan Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar mancanegara.

"Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis ID FOOD dalam mengembangkan pasar udang vaname. Melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, kami memastikan proses pembelian, pengolahan, penjualan, hingga pengapalan berjalan sesuai standar dan kebutuhan negara tujuan," kaya Ghimoyo dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2026).

Pada pelepasan perdana ini, Holding BUMN Pangan tersebut mengirim enam kontainer udang vaname dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer atau total sekitar 102 ton. Bersama dengan itu Persero menargetkan pengiriman rutin sebanyak delapan kontainer per bulan.

Jika pengiriman rutin terjadi, dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer, total volume ekspor diproyeksikan mencapai 136 ton udang vaname setiap bulan. Sehingga sampai akhir 2026, ID FOOD menargetkan ekspor sebanyak 72 kontainer dengan nilai sekitar Rp 218,5 miliar.

"Target tersebut dirancang untuk menjaga konsistensi pasokan dan memenuhi permintaan pasar global secara berkelanjutan. ID FOOD juga terus memperkuat koordinasi dengan pemasok, mitra pengolahan, serta pembeli untuk menjaga kualitas produk dan ketepatan pengiriman," terangnya.

Lebih lanjut, Ghimoyo menjelaskan untuk pasar AS, ekspor dilakukan melalui kerja sama dengan importir RCC dan Sterling Seafood Corporation. Selain itu, pemasaran udang vaname juga dikembangkan ke Brunei Darussalam, Vietnam, dan Jepang.

"Diversifikasi negara tujuan dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, serta menjaga kesinambungan bisnis ekspor produk perikanan," jelas Ghimoyo.

Produk yang dipasarkan terdiri atas kategori raw atau udang mentah dan cook atau udang matang. Variasinya meliputi PTO atau Peeled Tail On, yakni udang kupas dengan ekor tetap utuh, serta PND atau Peeled and Deveined, yaitu udang yang telah dikupas, dibersihkan, dan dibuang urat punggungnya sehingga siap diolah.

Ghimoyo menambahkan, pengembangan ekspor ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga pada pembangunan rantai pasok yang berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan fokus ID FOOD dalam memperkuat lini bisnis perdagangan dan logistik pangan.

"Keberhasilan ekspor membutuhkan kolaborasi yang kuat dari hulu hingga hilir. ID FOOD mengambil peran dalam menghubungkan sumber pasokan agar komoditas pangan dalam negeri semakin berdaya saing. Ke depan, ID FOOD akan terus memperkuat pengelolaan rantai pasok, meningkatkan kapasitas dan kontinuitas pasokan, serta menjajaki peluang pasar baru," pungkasnya.

Tonton juga video "Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Ekspor Ilegal Tanah Jarang PT PMM"




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork