ADVERTISEMENT

KAI Rekrut 1.600 Orang Tahun Ini, Pantau Terus Lowongannya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 06 Jul 2022 20:16 WIB
Persyaratan kereta api terbaru telah dirilis oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Aturan baru itu perlu diketahui sebelum bepergian menggunakan  kereta api.
Foto: Humas PT KAI Daop 1 Jakarta
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero)/PT KAI membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah banyak untuk menunjang operasionalnya. Siap-siap ada lowongan kerja gede-gedean karena di tahun 2022 ini pihaknya akan merekrut sekitar 1.600 orang.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Rabu (6/7/2022). Kebutuhan pegawai itu diperlukan karena adanya penambahan wilayah operasi.

"Di masa-masa sekarang ini kebutuhan pegawai kereta api di 2022 dalam satu tahun kami akan merekrut sekitar 1.600 orang karena ada penambahan wilayah operasi termasuk penyediaan SDM untuk Kereta Cepat dan LRT Jabodebek yang sekarang dalam tahap penyiapan operasi maupun maintenance," kata Didiek.

Didiek menjelaskan saat ini total pegawainya tercatat sejumlah 28.243 orang. Mereka berada di 9 daerah operasi di Pulau Jawa dan 4 divisi regional di Sumatera.

"9 daerah operasi di Pulau Jawa dari Daop 1 di Jakarta sampai Daop 9 di Jember. Kemudian di Sumatera ada 4 divisi regional yaitu divisi regional 1 di Medan, divisi regional 2 di Padang, divisi regional 3 di Palembang, dan divisi regional 4 di Tanjung Arang," jelasnya.

PT KAI mulai mengalami pemulihan peningkatan jumlah penumpang di 2022. Hal itu terjadi setelah dua tahun sebelumnya mengalami penurunan penumpang yang signifikan karena adanya pandemi COVID-19.

Didiek menjelaskan angkutan penumpang KAI pada 2019 berhasil mengangkut 429 juta orang dalam waktu satu tahun. Lalu pada 2020, turun signifikan 56% dan hanya mengangkut 186 juta penumpang karena adanya pembatasan mobilitas.

Penurunan berlanjut pada 2021 di mana jumlah KAI hanya mengangkut 154 juta penumpang. "Karena di 2020 efek pandemi mulai pertengahan Maret ya sehingga Januari-Februari masih normal. Sementara pada 2021 sepanjang tahun adalah masa pandemi sehingga angkutan penumpang tertekan," jelas Didiek.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT