Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana menyatakan, krisis yang terjadi menimbulkan ketidakpastian di antara para investor di Asia.
"Kami tak bisa melakukannya (IPO) di tahun ini karena situari krisis keuangan yang tidak bagus," ujar Rusdi seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusdi menyatakan, Lion Air memiliki pangsa pasar 51% di Indonesia, dan bakal menjual sahamnya ke publik jika pangsa pasarnya mencapai 60%, yang tampaknya akan terjadi dalam 2 tahun ke depan.
Dikatakan Rusdi, saat ini Lion Air membutuhkan modal baru dari IPO untuk membayar pesanan pesawat Boeing. Maskapai ini sempat menjadi perhatian dunia karena memesan pesawat Boeing senilai US$ 21,7 miliar. Dan Airbus menuding ada tekanan politik di balik pemesanan tersebut.
(dnl/ang)











































