BEI Ajak Mahasiswa 'Nabung Saham' Sejak Dini

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 12 Apr 2016 11:10 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemahaman masyarakat Indonesia tentang keuangan masih sangat rendah. Guna meningkatkan tingkat literasi keuangan atau pemahaman akan keuangan di kalangan mahasiswa, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan sejumlah fungsinya kepada sejumlah mahasiswa yang berasal dari 8 universitas.

Pada kesempatan ini Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan juga memaparkan tentang investasi, pasar modal, dan Bursa Efek Indonesia.

"Kita bicara investasi, pasar modal, kita bicara Bursa Efek Indonesia, kapan waktu tebaik untuk invest? The best time to invest is when you have money, artinya pada saat kita punya uang pada saat itu kita harus mulai berinvestasi," kata Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan di Jakarta, Senin (12/4/2016).

Nicky juga sempat mengenalkan salah satu program dari Bursa Efek Indonesia yaitu Yuk Nabung Saham. Program ini sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada 12 November lalu.

Nicky mengatakan, 'Yuk Nabung Saham' merupakan kampanye guna menarik minta masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, baik lewat saham maupun reksa dana.

"BEI sekarang punya program 'Yuk Nabung Saham' yang waktu itu diresmikan sama Pak Jusuf Kalla baru November tahun lalu, ini untuk ajarkan masyarakat bagaimana agar nabung bulanan ini bisa sambil berinvestasi baik lewat saham atau reksa dana," lanjut Nicky.

Sebagai informasi, program kampanye 'Yuk Nabung Saham' merupakan program yang mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala. Dengan kata lain, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap investasi di pasar modal Indonesia.

Konsep menabung dalam program 'Yuk Nabung Saham' mengacu pada paradigma masyarakat Indonesia yang masih berpegang pada budaya menabung (saving society). Kampanye yang dibuat dengan bahasa sederhana dan menarik, namun menimbulkan keingintahuan masyarakat diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mulai berinvestasi, dari budaya menabung menjadi berinvestasi.

Melalui serangkaian program sosialisasi dan edukasi ini diharapkan masyarakat Indonesia dapat turut menikmati keuntungan dari pertumbuhan pasar modal Indonesia dan tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

Di kesempatan ini perwakilan dari OJK juga mengatakan, tingkat literasi keuangan masyarakat masih rendah.

"Tahun 2013 OJK melakukan survei tingkat literasi pehamaman akan keuangan hanya 21,8% dari 9000 responden di seluruh Indonesia artinya masih kecil orang Indonesia yang paham akan keuangan, yang jelas fungsi utama OJK ada 3 yaitu mengatur, mengawasi, dan melindungi, kami juga ingin pasar modal lebih dikenal" ujar Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Situmorang. (ang/ang)