Namun pelaku pasar sepertinya tidak merespon positif hal itu. Terlihat dari pergerakan saham CPIN hari ini yang cenderung side way.
Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada pelaku pasar cenderung masih ragu dengan aksi korporasi yang dilakukan CPIN. Sebab bisnis waralaba yang dibeli cenderung memburuk belakangan ini, terlihat dari banyak gerai sevel tutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Nongkrong Enggak Jajan, Bikin Banyak Sevel Tutup?
Foto: Agung Pambudhy |
Dana yang dikeluarkan CPIN untuk membali Sevel juga terbilang cukup besar dan bisa membebani keuangan perseroan. Jika CPIN gagal mengembangkan jaringan sevel maka aksi korporasi itu hanya akan menguap.
"Di awal akan menjadi beban cukup besar untuk pembukuannya CPIN, tapi kalau bisa berhasil mengembangkan Sevel sama seperti mini market lainnya itu tentu akan memberikan hasil. Memang investasi Rp 1 triliun untuk beli semua jaringan dan perangkat Sevel tidak mungkin balik dalam waktu 1 tahun," pungkasnya
Baca juga: Bisnis Makin Redup, Sevel Akhirnya Dijual
Melansir dari data BEI, saham CPIN hari ini dibuka menguat 50 poin dari penutupan sebelumnya Rp 3.300 menjadi Rp 3.350 per saham. Pada pukul 10.05 JATS saham CPIN justru sempat anjlok hingga level Rp 3.280 per saham. Namun setelah itu saham CPIN kembali ke jalur positif dan terus bergerak di atas level Rp 3.300. Pada jeda siang ini saham CPIN parkir di level Rp 3.330 per saham. (mkj/mkj)












































Foto: Agung Pambudhy