Follow detikFinance
Sabtu, 10 Mar 2018 20:11 WIB

Di Tengah Jalan Investasi Tak Lagi Syariah, Bagaimana Nasib Investor?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sebuah perusahaan dapat memutuskan untuk menerbitkan sebuah saham yang syariah atau tidak. Namun bagaimana bila saham yang awalnya syariah berubah menjadi konvensional?

Menanggapi hal ini, Staf Hubungan Kelembagaan dan Informasi Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nadhifa Alim Hapsari mengatakan pada dasarnya kewenangan terkait perubahan saham yang tak lagi syariah berbeda antara investor reksa dana dan saham.

Untuk investor reksa dana, manajemen investasi harus secara langsung melakukan cleansing atau menjual efek tersebut dalam waktu yang telah ditentukan oleh OJK.

"Investor di reksa dana itu nanti akan langsung di-cleansing oleh manajer investasi. Jadi manajer investasi yang akan menjual efek yang masuk ke reksa dana itu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh OJK harus segera dijual sesegera mungkin," katanya d alam acara Mengenal Pasar Modal Syariah di D'Nox Cafe and Resto, Jakarta, Sabtu (10/3/2018).


Kemudian, untuk investor saham keputusan untuk menjual saham tersebut merupakan kehendak masing-masing. Namun, menurutnya saham tersebut akan otomatis berpindah ke konvensional.

"Tapi kalau investor saham itu penguasaannya ada di investor sendiri. Tapi bisa ditanya ke brokernya biasanya sih udah otomatis pindah ke konvensional jadi ada tenggang waktu saham yang dijual ke syariah itu," ungkapnya.


Ia menambahkan sebetulnya dalam satu OJK mengecek perusahaan yang menerbitkan saham syariah selama dua kali. Maka dari itu tentu ada daftar yang masuk maupun keluar dari daftar efek syariah (DES).

"Karena setiap tahunnya kita menelaan dua kali desk. Jadi bisa jadi pada tahun 2017 di periode pertama saham A ditetapkan sebagai saham syariah kemudian periode ke dua ternyata mesti keluar dari DES," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed