Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Apr 2018 13:57 WIB

Modal Rp 1 Juta Sudah Bisa Beli Surat Utang Negara

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi SBN. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara ritel secara online (E-SBN) pada akhir Mei 2018. Hal itu sebagai upaya memperdalam pasar keuangan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiyaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan SBN ritel online ini sebagai bentuk pemerintah memudahkan masyarakat melakukan investasi.

"Kita akan menerbitkan SBSN ritel online, Kita dalam 2 bulan ini mulai pasarkan," kata Luky di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Luky menyebut pemasaran SBN Ritel online ini baru bisa dilaksanakan Mei 2018 dengan melibatkan perusahaan financial technology (fintech) yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Target indikatif sementara ditetapkan Rp 1 triliun.

"Jadi kalau kita lihat dibuat seperti ini pertama ini era internet, semua serba digital, kita ingin memudahkan memberikan fasilitas," jelas dia.

Bagi masyarakat yang ingin membeli SBN ritel online ini, kata Luky, tidak perlu lagi mendatangi agen penjualan, caranya cukup melalui website.

"Kalau dulu mau beli sukuk kita datang ke agen penjual seperti bank, Kita diberikan masukan namanya investasi dibuat mudah dong, jadi ini memudahkan investor," tutur dia.

Pelaksanaan penjualan SBN Ritel online ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.08/2018 tentang Penjualan Surat Utang Negara Ritel di Pasar Perdana Domestik. Aturan itu juga sebagai revisi dari PMK Nomor 42 Tahun 2014 tentang Penjualan Obligasi Negara kepada investor ritel di pasar perdana.

"Ini buat milenial, mereka tergantung gadget, itu yang coba kita fasilitasi. Kita mau memasarkan di bulan Mei. Akhir Mei sudah memasarkan SBN ritel online ini," kata dia.

Sementara itu, Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting mengatakan, sudah ada sembilan perusahaan yang menjadi agen penjual atau sekarang sebagai mitra distribusi.

Sebanyak sembilan mitra distribusi itu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank Permata, Bank DBS. Lalu, dua perusahaan efek yaitu Trimegah dan Bareksa, dan satu lagi Investree yang merupakan fintech.


"Berdasarkan timeline tadi tidak tertutup untuk sembilan ini, jadi boleh kepada partisipan yang semuanya tunduk di bawah pengawasan OJK," kata Loto.

Rencananya SBN Ritel Online atau SBR003 memiliki tenor dua tahun dengan minimal pemesanan sebesar Rp 1 juta dan maksimal pemesanan Rp 3 miliar.

Adapun pengumuman dan pendaftaran sejak 4-10 April. Evaluasi SBN Ritel online sampai kickof meeting mulai dari 11-30 April. Pada 9 Mei dilakukan penetapan kupon, pada 14-25 Mei masa penawaran, pada 28 Mei penjatahan, dan 31 Mei setelmen.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com