Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Apr 2018 10:00 WIB

Danai Proyek Infrastruktur, PTPP Terbitkan Surat Utang Rp 1 T

Zulfi Suhendra, Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: dok. PTPP Foto: dok. PTPP
Jakarta - PT PP (Persero) Tbk melakukan terobosan dengan menawarkan produk Surat Berharga Perpetual (SBP) lewat Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Dana ini akan digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur.

Dalam hal ini PTPP bekerja sama dengan PT Ciptadana Asset Management selaku penerbit RDPT.

"Dari sisi engineering, selama ini PTPP telah menjadi pionir dalam banyak hal di dalam dunia konstruksi Indonesia, RDPT berbasis SBP ini merupakan terobosan keuangan untuk menjawab tantangan kebutuhan pendanaan infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus sebagai produk keuangan alternatif bagi investor dana jangka panjang di Indonesia sehingga PTPP menjadi pionir BUMN pertama yang memperkenalkan instrumen SBP kepada dunia investasi keuangan di Indonesia," kata Direktur Utama PTPP Tumiyana dalam keterangan resminya, Senin (23/4/2018).


Dia menambahkan, SBP merupakan instrumen keuangan dengan fitur yang unik di antaranya, tidak memiliki jatuh tempo, tanpa jaminan, dan memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan opsi beli. Selain itu, skema SBP tidak mengakibatkan dilusi saham dan memperbaiki struktur modal pada suatu perusahaan.

Investor SBP tidak hanya akan mendapat pembayaran kupon secara rutin dengan imbal hasil yang atraktif, tetapi juga mendapatkan tambahan imbal hasil (step-up rate) setelah tahun ketiga apabila PTPP tidak melaksanakan opsi beli. Selain itu, SBP juga diperkaya dengan fitur dividend pusher yang menjadi jaminan pembayaran imbal hasil dari investasi ini.

"Perseroan telah memperoleh persetujuan dari Kementerian BUMN untuk menerbitkan instrumen SBP sebesar Rp 1,0 Triliun," lanjut Tumiyana,


Proyek PLTU Meulaboh ditargetkan untuk mendapatkan pendanaan di tahap awal ini," lanjutnya.

Melalui skema SBP secara bertahap dalam periode empat tahun, PTPP menargetkan jumlah ekuitas yang dapat terpenuhi sebesar Rp 8 Triliun.

"Ke depan, alokasi dana yang dihimpun dari penerbitan SBP tidak terbatas hanya pada proyek PLTU Meulaboh, namun juga untuk pengembangan proyek infrastruktur yang dijalankan oleh Perseroan dan
entitas anak lainnya," tutup Tumiyana (zlf/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com