Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 17:11 WIB

Rupiah Anjlok, Ini Permintaan Pengusaha ke Pemerintah

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah tidak panik menanggapi penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah belakangan ini.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang terjadi lebih dikarenakan faktor eksternal.

"Sebetulnya sudah bisa diprediksi akan terjadi pelemahan, sekarang ini yang penting pemerintah tidak panik, karena memang sangat pengaruh dari kebijakan The Fed, mereka ada target menaikkan suku bunga 4 kali," kata Hariyadi di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Hariyadi menyebut, tugas pemerintah saat ini harus benar-benar mendorong ekspor lebih tinggi lagi. Hal ini sebagai memanfaatkan momen depresiasi. Sebab, jika rupiah melemah maka uang yang didapat dari ekspor pun akan semakin banyak.

Hasil dari ekspor pun bisa dikelola sebagai cadangan devisa (cadev) yang nantinya bisa digunakan untuk intervensi pasar.


"Upaya next ekspor harus ditingkatkan, dan juga penanggulangan mengimpor dikendalikan, tapi tidak perlu panik karena kalau panik akan memperparah situasi," ungkap dia.

Lebih lanjut Hariyadi menuturkan pelemahan rupiah ini juga menjadi sinyal bagi pemerintah untuk terus memperbaiki data perekonomian nasional.

"Yang jelas ini seharusnya bisa menjadi warning untuk mengelola ekonomi sebaik-baiknya. Semua, punya potensi ekspor besar, salah satunya," tutup dia.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed