Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Apr 2018 21:15 WIB

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Ini Kata Bos PLN

Trio Hamdani - detikFinance
Dirut PLN, Sofyan Basir/Foto: Lamhot Aritonang Dirut PLN, Sofyan Basir/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Bahkan, dolar AS nyaris tembus ke Rp 14.000.

Merespons situasi ini, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyampaikan nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS sangat berpengaruh bagi Keuangan PLN, apalagi perseroan diamanatkan tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019.


"(Pelemahan rupiah, listrik tidak naik berpengaruh ke keuangan PLN), sangat," kata Sofyan ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Nilai tukar ini begitu berpengaruh lantaran material yang digunakan untuk memproduksi listrik dibeli menggunakan dolar AS.

"Lah iya dong, bayar batu bara pakai? (dolar), bayar IPP (Independent Power Producer) pakai? (dolar), bayar BBM pakai? dolar. Ya nggak," sebutnya.


Lantas, bagaimana PLN mengantisipasi pelemahan nilai tukar itu?

"Ya tetap nggak ada antisipasi. Itu kan memang ada selisih setiap Rp 100 ada konsekuensi sekian nambah biaya. Gitu aja. Kita cari uangnya nanti," sebut Sofyan.

"Memang ada kurs (nilai tukar) ya, yang agak lompat-lompat, kurs (dolar AS terhadap rupiah) memang ada tekanan kepada kami," kata Sofyan. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed